Berbagi Informasi :

*Oleh : Novita Yuliani, S.KM, M.Kes

(Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sukoharjo)

Rumah sakit merupakan salah satu sarana atau tempat yang dijadikan sebagai pelayanan kesehatan masyarakat. Rumah sakit dituntut untuk melayani pasien dengan baik dan benar agar menghasilkan mutu pelayanan yang tinggi. Standar pelayanan minimal di rumah sakit, diatur sesuai standar yang ditetapkan oleh peraturan Kementrian Republik Indonesia, yaitu berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 129/ Menkes/SK/II/2008.

Pada prinsipnya mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit ini tidak dapat terpisahkan. Dimana disetiap rumah sakit wajib mengupayakan pemenuhan sasaran keselamatan pada pasien. Sasaran keselamatan pasien, meliputi:

  1. Ketepatan identifikasi pasien;
  2. Peningkatan komunikasi yang efektif;
  3. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai
  4. Kepastian tepat-lokasi, teapat prosedur, tepat-pasien operasi;
  5. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan;
  6. Pengurangan risiko pasien jatuh. 

Sasaran Keselamatan Pasien 1 : Ketepatan Identifikasi Pasien yaitu; rumah sakit mengembangkan pendekatan untuk memperbaiki/ meningkatkan ketelitian identifikasi pasien. Langkah penerapan:

  1. Rumah Sakit membuat kebijakan tentang identifikasi pasien.
  2. Rumah Sakit membuat pedoman/panduan identifikasi pasien yang dijadikan acuan seluruh unit.
  3. Rumah sakit merancang SPO identifikasi pasien melalui pemasangan gelang identitas (minimal 2 identitas, kapan dipasang?, Dimana dipasang?)
  4. Rumah Sakit mengembangkan SPO pemasangan dan pelepasan tanda identitas risiko bagi pasien yang datang ke rumah sakit.
  5. Rumah Sakit merancang SPO tentang pemasangan dan pelepasan gelang identitas.

Sasaran Keselamatan Pasien 2 : Peningkatan komunikasi yang efektif yaitu; rumah sakit mengembangkan pendekatan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi antar para pemberi pelayanan. Langkah penerapan:

  1. RS mengembangkan kebijakan tentang keakuratan dan penerapan komunikasi (lisan, telepon) secara konsisten di rumah sakit.
  2. RS mengembangkan pedoman / panduan komunikasi efektif yang akan dijadikan acuan bagi seluruh unit di rumah sakit.
  3. RS merancang SPO tentang komunikasi efektif SBAR
  4. RS membuat daftar singkatan resmi yang digunakan oleh seluruh unit.
  5. RS membuat SPO serah terima pasien
  6. RS merancang SPO tentang penyampaian hasil nilai kritis.

Sasaran Keselamatan Pasien 3: Peningkatan Keamanan Obat yang perlu di waspadai /high-alert yaitu; rumah sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk memperbaiki keamanan obat-obat yang perlu di waspadai  (high-alert). Langkah penerapan:

  1. RS mengembangkan kebijakan tentang pengelolaan obat di RS
  2. RS membuat pedoman/panduan pengelolaan obat (high alert&norum) yang akan dijadikan acuan bagi seluruh unit.
  3. RS merancang SPO penyiapan dan penyerahan obat hight alert
  4. RS membuat SPO pencampuran obat IV high alert
  5. RS membuat SPO tentang pemberian obat dengan benar.
  6. RS membuat daftar obat yang perlu diwaspadai.

Sasaran Keselamatan Pasien 4 : Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien Operasi yaitu; RS mengembangkan suatu pendekatan untuk memastikan tepat lokasi, tepat prosedur, dan tepat pasien. Langkah penerapan:

  1. RS mengembangkan kebijakan tentang prosedur operasi (tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien)
  2. RS merancang SPO tentang penandaan identifikasi lokasi operasi
  3. RS merancang SPO tentang surgical patient safety check list.
  4. RS mengembangkan form surgical patient safety check list.
  5. RS merancang SPO tentang pengecekan instrument, kasa
  6. RS mengembangkan form pengecekan instrument, kasa.

Sasaran Keselamatan Pasien 5 : Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan  Kesehatan, yaitu ; RS mengembangkan suatu pendekatan untuk mengurangi risiko infeksi yang terkait pelayanan Kesehatan. Langkah penerapan:

  1. RS mengembangkan kebijakan RS pencegahan Infeksi
  2. RS membuat pedoman pencehahan infeksi di RS yang dijadikan acuan diseluruh unit
  3. RS merancang SPO tentang cuci tangan
  4. RS menyediakan fasilitas cuci tangan
  5. RS melakukan sosialisasi cuci tangan

Sasaran Keselamatan Pasien 6 : Pengurangan Risiko Cedera Karena Jatuh , yaitu; RS mengembangkan suatu pendekatan untuk mengurangi risiko pasien dari cedera karena jatuh.

Langkah Penerapan:

  1. RS mengembangkan kebijakan RS tentang pencegahan pasien jatuh.
  2. RS merancang SPO tentang penilaian awal risiko jatuh.
  3. RS menggunakan form penilaian: morse fall, humpty dumpty
  4. RS menggunakan form monitoring risiko jatuh
  5. RS membuat fasilitas seperti : signage/ alat bantu

Sedangkan untuk “Standar Keselamatan Pasien” wajib diterapkan rumah sakit dan penilaiannya dilakukan denggan menggunakan instrumen akreditasi rumah sakit. Sedangkan untuk Standar keselamatan pasien tersebut terdiri dari 7 standar yaitu:

  1. Hak Pasien
  2. Mendidik pasien dan keluarga
  3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
  4. Penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien.
  5. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien.
  6. Mendidik staf tentang keselamatan pasien
  7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien. 

Daftar Rujukan

  1. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patient Safety). Jakarta: Kemenkes RI Tahun 2015.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1 Tahun 2018. Jakarta: Komisi Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2018.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta: Menteri Kesehatan RI No: 129/Menkes/SK/II/2008.
  4. Peraturan Menteri Kesehatan RI. Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Jakarta: Permenkes RI Nomor 1691/Menkes/Per/VIII/2011.
  5. Peraturan Menteri Kesehatan RI. Keselamatan Pasien. Jakarta: Permenkes RI Nomor 11 Tahun 2017.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.