Berbagi Informasi :

Jakarta – Ketua Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Indonesia (GP Jamu), Charles Saerang, mengungkapkan, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) selama ini telah membantu dan membina industri jamu di Indonesia. Sebagai regulator, wewenang BPOM untuk jamu harus ditambah dalam Rancangan Undang-undang (RUU) POM yang akan disahkan DPR.

Charles mengatakan, selama ini jamu masuk di bawah Kementerian Kesehatan (Kemkes), maka semua unsur keindustriannya tidak bisa berkembang. Selama di bawah kementerian, ruang lingkupnya hanya sebatas regulasi-regulasi.

“Apalagi RUU Kesehatan saat ini sedang digodok. Bayangkan kalau dijalankan, bagaimana suramnya industri jamu kita. Misalnya kalau campuran bahannya melebihi dari yang dicantumkan, bisa dianggap pidana. Temulawak lima gram tapi sebenarnya enam gram, itu akan terkena pasal pidana,” tandas Charles.

“Jamu ini kan bukan obat. Ini adalah minuman tradisional yang perlu dikembangkan industrinya. Kalau hanya regulasi yang dikedepankan, pengusaha jamu akan kesulitan,” tambahnya.

Menurut Charles, dari 1.200 pabrik jamu yang ada, saat ini hanya tersisa 800 pabrik. Hal ini disebabkan karena regulasi yang dibuat telah menghambat perkembangan industri, seperti industri bahan alami dan industri bahan pengembangan jamu yang belum ada.

Charles mengapresiasi langkah BPOM yang baru-baru ini memfasilitasi GP Jamu dalam penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan pengusaha importir Tiongkok di ajang The 2nd China Traditional Chinese Medicine Industry Expo (TCMIE), di Guansu. Keberhasilan menembus pasar Tiongkok ini merupakan hasil dari roadshow Kepala BPOM dan Tim Badan POM serta Tim GP Jamu secara insentif dalam waktu yang berbeda-beda namun dengan tujuan yang sama.

“Saya sangat berterima kasih kepada BPOM sudah mempromosikan jamu ke Tiongkok, karena sebagai regulator sudah membantu kita,” ungkapnya.

Charles berharap, BPOM juga bisa membantu industri jamu menembus pasar Tiongkok sesuai dengan peraturan dan regulasi negara tersebut.

“Kadin Indonesia bisa menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Kadin mereka supaya jamu bisa masuk ke pasar Tiongkok secara total, demikian juga sebaliknya,” pungkas Charles.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.