Berbagi Informasi :

Jakarta – Indonesia menginisiasi Penyelenggaraan Pertemuan Pertama Joint Working Group on Health Cooperation Indonesia-Korea Selatan guna mengevaluasi implementasi konkret MoU Kesehatan RI-Korea. Peserta yang diundang terdiri dari unsur Pemerintah dan Pelaku Usaha baik dari pihak Indonesia maupun Korea.

Dalam pembukaannya, Dra. Engko Sosialine Magdalene, Apt, M.Biomed, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, menyatakan antusiasnya.

Dalam sambutannya, Director General for Global Healthcare Korea Selatan, Mrs. Kim Hyeseon mengapresiasi komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama kesehatan dengan Korea Selatan khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan di rumah sakit serta kefarmasian dan alat kesehatan.

Pertemuan Pertama Joint Working Group on Health antara Indonesia-Korea Selatan telah membahas perkembangan pelaksanaan program kerja sama yang disepakati dalam PoA, meliputi:

(1) Cooperation of Sister Hospital Networking antara Seoul National University Hospital (SNUH), RSCM dan Rajawali Group

(2) Cooperation of Sister Hospital Networking antara Yong-In Mental Hospital dan Dr. Soeharto Herdjan Mental Hospital

(3) Cooperation on the production of blood bag antara Kimia Farma dan Tae-Chang

(4) Cooperation of the fractionation of blood plasma antara Bio Farma dan SK Plasma

(5) Development of pharmaceutical and medical devices opportunities investment antara Kimia Farma dan Sungwun Pharmacopia

(6) Development of new vaccines oleh PT Bio Farma dan Quratis

Beberapa kerja sama yang akan ditindaklanjuti antara lain: (1) Pelatihan tenaga professional (dokter dan perawat) RSCM untuk mengoperasikan Kidney Center (2) Pendirian Joint Medical Center antara Yong-In Mental Hospital dan RSJ Soeharto Herdjan (3) Joint Ventureantara Kimia Farma dan Taechang serta PMI untuk Pendirian Industri Kantong Darah di Mojokerto, (4) Tindak lanjut registrasi produk API oleh Kimia Farma Sungwun Pharmacopia serta pendidikan dan pelatihan bagi SDM KF, dan (5) Penjajakan kerja sama Bio Farma dan Quratis dalam pengembangan vaksin baru untuk TB.

Selain membahas implementasi MoU dan PoA, pertemuan Pertama Joint Working Group on Health juga membahas peluang investasi bagi Korea untuk membangun industri Alat kesehatan di Indonesia. Terkait hal ini, perwakilan dari BKPM mempresentasikan tentang peluang bisnis serta mekanisme dan prosedur investasi di Indonesia.

Pertemuan di tutup dengan disepakatinya Minutes of Meeting serta ditandatanganinya MoU Three Partite antara PT Bio Farma, SK Plasma Korea dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk kerja sama Fraksionasi Plasma Darah.

Seluruh stakeholders, khususnya para Industri mengapresiasi upaya Pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi para Pelaku Bisnis dalam mengembangkan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan di Indonesia menuju kemandirian Industri Dalam Negeri. Pemerintah Korea juga antusias untuk melanjutkan forum JWG yang ke-2 guna lebih meningkatkan kerja sama antar Pemerintah dan kerja sama diantara para Pelaku Usaha antara Indonesia dan Korea. Pertemuan JWG ke-2 akan dilaksanakana di Korea Selatan secara paralel dengan pertemuan Conference Medical Korea pada Maret 2020.

(Sumber : Kemenkes RI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.