Berbagi Informasi :

PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap pekat masih terus terjadi di hampir seluruh wilayah Kalbar Kalimantan Barat. Bahkan, berdasarkan Informasi Konsentrasi Partikulat (PM10) yang dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pontianak, yang terpantau Senin (16/9/2019) puk 19.05 WIB, kualitas udara jauh melampaui nilai ambang batas (NAB), yakni 357.91 µgram/m3, yang artinya masuk kategori berbahaya.

Sebagaimana diketahui, nilai ambang batas (NAB) adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. Nilai ambang PM10 = 150 µgram/m3.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Dinas Kesehatan Kota Pontianak bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak menyiagakan rumah oksigen. ” Rumah oksigen ini bagi warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap karhutla,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu Senin malam.

Handanu menyebut, rumah oksigen di Kota Pontianak disiagakan di 7 lokasi. Masing-masing berada di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Jalan Ahmad Yani Pontianak; Puskesmas Gang Sehat; Puskesmas Alianyang; Puskesmas Perumnas 1; Puskesmas Kampung Dalam; Puskesmas Siantan Hilir; dan Puskesmas Kampung Bangka “Rumah oksigen baru buka hari ini, dan akan beroperasi sampai asap hilang,” tutupnya.

Diberitakan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harrison menyebut, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi hingga saat ini mengakibatkan sedikitnya 6.025 warga menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dia merinci, penderita ISPA di Kalbar menyasar hampir di semua rentang usia, yang meliputi bayi di bawah lima tahun, anak-anak, dewa dan orang lanjut usia.

“Data ini jumlah penderita ISPA di seluruh Kalbar, dalam rentang waktu minggu ke-37 sejak bencana karhutla,” kata Harrison.

Untuk penanggulangannya, dinas kesehatan seluruh wilayah Kalbar telah membagikan sebanyak lebih dari 80 ribu masker kepada masyarakat. “Pembagian ini untuk mengantisipasi semakin buruknya polusi udara di Kalbar,” ucapnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.