Berbagi Informasi :

Menteri Kesehatan Palestina, Mai Kaila menyebut bahwa negaranya tengah membutuhkan bantuan Badan POM Republik Indonesia untuk membentuk lembaga pengawas obat dan makanan Palestina yang independen. Dia berharap dalam waktu dekat dapat dibahas roadmap dan plan of action untuk pembentukan Lembaga Palestina FDA, yang akan diformalkan dengan adanya MoU antara Badan POM dengan pihak otoritas regulator Obat dan Makanan di Palestina.

“Saat ini belum ada lembaga independen di Palestina yang bertanggung jawab atas keamanan dan mutu obat dan makanan. Peran pengawasan tersebut saat ini dilakukan oleh unit kerja kecil di bawah Kementerian Kesehatan Palestina,” terang Mai Kaila saat menerima kunjungan Kepala Badan POM RI, dalam keterangannya, Rabu (9/10).

Dia mengatakan sejauh ini sejumlah negara donor telah menyatakan ketertarikan di bidang obat dan makanan kepada Palestina. Namun dia berpendapat bahwa hal ini lebih baik dilakukan dengan Badan POM Indonesia.

“Kami sangat bergantung kepada Badan POM terkait hal ini. Apalagi Badan POM telah menunjukkan komitmen yang nyata dengan melakukan capacity building secara berturut-turut selama dua tahun terakhir ini.”

Kepala Badan POM, Penny K Lukito menyambut baik dan merasa terhormat atas permintaan Menkes Palestina itu. Dia menyampaikan saat ini Badan POM tengah memberikan peningkatan kapasitas di bidang pengawasan obat terhadap 14 perwakilan regulator obat Palestina dan dihadiri juga pertama kalinya oleh 3 wakil Jordan FDA di bawah kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) tahap kedua.

“KSS tahap pertama telah dilakukan pada tahun 2018 yang melibatkan 6 orang peserta dari regulator Palestina,” kata dia.

Dengan keterlibatan Badan POM, akan semakin memperkuat komitmen kerja sama di antara regulator kedua negara. Dia pun berharap, dukungan dari Badan POM akan meningkatkan nilai perdagangan di antara kedua negara.

“Ke depan, diharapkan semakin banyak produk obat dan makanan Indonesia dapat memasuki pasar Palestina dan demikian juga sebaliknya,” kata Penny.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Yordania merangkap Palestina, Andi Rachmianto juga mengapresiasi kerja sama yang semakin kuat antara Badan POM dengan mitranya di Palestina. “Pertemuan Kepala Badan POM dengan Menkes Palestina ini merupakan hal yang sangat tepat dan sangat bersejarah bagi kedua belah pihak,” tandasnya.

Sebagai informasi kunjungan kerja Kepala Badan POM ke Ramallah Palestina difasilitasi Kedutaan Besar RI dan Konsul Kehormatan RI untuk Palestina Maha Abou Susheh. Selain bertemu dengan Menkes Palestina, Kepala Badan POM diterima oleh Menteri Perekonomian Palestina, Khaled al-Osaily bersama dengan sejumlah Pelaku Usaha Palestina dan membahas sejumlah isu perdagangan obat dan makanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.