Berbagi Informasi :

*Oleh: Titik Haryanti, S.K.M., M.P.H.

(Dekan FKM Universitas Veteran Bangun Nusantara

Sehat adalah keadaan dimana tubuh tidak mengalami gangguan dan dapat berfungsi dengan baik. Namun sehat bukan hanya secara fisik saja tetapi juga secara mental dan sosial. Kesehatan mental merupakan kondisi dimana seseorang terbebas dari segala bentuk gangguan mental. Seseorang yang sehat secara mental akan dapat menjalani kehidupannya dengan normal dalam menghadapi permasalahan kehidupannya dengan cara mengelola stres.

Banyaknya tugas dan beban serta kewajiban yang harus dipikul oleh mahasiswa dalam era industri 4.0 menyebabkan mahasiswa mudah mengalami tekanan atau stres. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di perguruan tinggi mempengaruhi kesiapan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahannya. Temuan tentang kasus bunuh diri di beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta menjadi gambaran bahwa rapuhnya mental mahasiswa. Beberapa kasus bunuh diri mahasiswa diantaranya disebabkan karena masalah dalam penyusunan skripsi perlu menjadi perhatian yang khusus bagi institusi pendidikan maupun para pendidik.

Konsep person in environment menjelaskan bahka keberadaan individu pada sebuah lingkungan akan saling mempengaruhi. Individu yang hadi dalam lingkungan akan menghasilkan kondisi yang dinamis bagi lingkungannya dan juga lingkungan secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi individu serta berdampak pada perubahan pada diri individu tertentu. Hal ini menjelaskan bahwa seseorang yang menderita gangguna kesehatan mentalmerupakan hasil dari gagalnya individu beradaptasi dengan lingkungn disekitarnya.

Rapuhnya mental mahasiswa perlu untuk menjadi perhatian dan penyelesaian permasalahan segera karena dapat berdampak buruk pada kesehatan mental mereka. Mahasiswa menjadi tumpuan masa depan bangsa dan penerus peradapan manusia, maka perlu untuk dipersiapkan agar memiliki kesehatan mental yang kuat.

Seseorang dikatakan sehat mental jika dia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Merasa senang terhadap dirinya. Ini ditunjukkan dengan ciri-ciri: mampu menghadapi situasi, mampu mengatasi kekecewaan dalam hidup, puas dengan kehidupannya sehari-hari, mempunyai harga diri yang wajar dan menilai dirinya secara realistis, tidak berlebihan dan tidak pula merendahkan
  2. Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan ciri-ciri: mampu mencintai orang lain, mempunyai hubungan probadi yang tetap, dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda, merasa bagian dari suatu kelompok dan tidak mengakali orang lain dan juga tidak membiarkan orang lain mengakali dirinya.
  3. Mampu memenuhi tuntutan hidup. Ciri-ciri yang ditunjukkan adalah menetapkan tujuan hidup yang realistis, mampu mengambil keputusan, mampu menerima tanggungjawab, mampu merancang masa depan, dapat menerima ide dan pengalman baru, dan puas dengan pekerjaannya.

Oleh karena itu perlu untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang bagaimana menjaga kesehatan mental meski tantangan dan permasalahan hidup begitu banyak. Permasalahan yang sering dialami mahasiswa disebabkan karena kemampuan manajemen stres yang masih kurang sehingga mereka cenderung mudah untuk mengalami stres bahkan menjadi depresi. Beberapa tips yang dapat dilakukan agar mahasiswa dapat terhindar dari stres adalah

  1. Makan dengan teratur : Makanan yang kita makan dapat mempengaruhi kondisi tubuh dan tingkat stres. Mahasiswa ketika mempunyai banyak tugas dan permasalahan kemudian cenderung untuk makan makanan junk food yang termasuk makanan tidak sehat dan dapat meningkatkan stres. Usahakan makan makanan yang banyak mengandung sayur dan buah.
  2. Olah raga : Olah raga teratur dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh sehingga peluang untuk terjadi stres semakin kecil. Usahakan melakukan olah raga secara teratur minimal 20 menit selama minimal tiga kali dalam seminggu.
  3. Istirahat yang teratur : Aktivitas yang tinggi dapat menyebabkan tubuh menjadi lelah. Istirahat yang teratur dapat memberikan kesempatan tubuh untuk merenerasi sel sehingga tubuh menjadi lebih bugar. Usahakan rutin setiap hari tidur tidak larut malam agar tubuh dapat beristirahat dan memperbaiki sel-sel yang rusak
  4. Aktif dalam kegiatan di kampus : Aktif dalam kegiatan di kampus merupakan salah satu cara untuk mengalihkan perhatian terhadap tekanan stres yang kita alami. Aktivitas di kegiatan kampus mendorong mahasiswa untuk memiliki teman lebih banyak dan bersosialisasi dengan banyak teman sehingga mengasah skill dalam berhubungan dengan orang lain. Selain itu, dengan aktif dalam kegiatan di kampus dapat mengusir kesepian yang dialami mahasiswa yang jauh dari keluarga sehingga kepenetan dan stres menjadi hilang.
  5. Tidak membebani diri sendiri : Aktif dalam banyak kegiatan dapat mengurangi stres namun jika mahasiswa tidak mengelola dengan baik justru dapat menjadi tambahan stres karena beban tambahan. Jika kegiatan perkuliahan, tugas kuliah dan aktivitas di kampus menambah beban pekerjaan yang akhirnya justru menambah stres maka mahasiswa harus memilih untuk meninggalkan aktivitas yang dirasa tidak merugikan jika tidak mengikutinya. Mahasiswa harus tahu batas kemampuan  fisiknya agar aktivitas yang diikuti tidak menjadi beban tambahan.
  6. Mencari dukungan emosional : Ketika mahasiswa merasa stres maka perlu adanya dukungna emosional untuk mengurangi beban yang ditanggung. Kedekatan emosional dengan keluarga membawa dampak yang besar bagi mahasiswa untuk mengurangi tingkat stres. Selain itu, kedekatan secara emosional dengan teman disekitarnya juga dapat meningkatkan ketahanan tubuh dari pengaruh stres. Mahasiswa butuh dukungan emosional dari orang-orang disekitarnya dengan cara mengungkapan apa yang dirasakan kepada orang-orang dekat yang ada disekitarnya.
  7. Mendekatkan diri kepada Allah : Mendekatkan diri kepada Allah merupakan cara paling ampuh untuk mengendalikan stres. Memperbaiki kembali hubungan kita dengan Allah melalui peningkatan aktivitas ibadah membuat hati menjadi lebih tenang. Aktivitas doa memohon ketenagan dan penyelesaian masalah yang dihadapi memberikan kekuatan dan energi yang positif untuk menghadapi permasalahan hidup dengan lebih positif.

Tidak ada permasalahan hidup yang tidak dapat diselesaikan. Tapi bagaimana kemampuan kita untuk mengatasi permasalahan hidup itu yang perlu kita persiapakan. Hari ini, 10 Oktober 2019 diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Dunia bukan hanya untuk diketahui saja tetapi perlu untuk kita ikut mempromosikan tentang pentingnya kesehatan mental. Mari kita sukseskan pula gerakan “40 second of Action” dengan mempromosikan tentang pentingnya kesehatan mental melalui media yang bisa kita gunakan. ‘’Selamat Hari Kesehatan Mental Dunia”. Mari selamatkan mahasiswa dari gangguna mental.

SUMBER :

  1. Luthfia AA. Hari Kesehatan Jiwa Dunia 2019, Apa Itu “40 second of action?”. Kompas.com
  2. Adisty dkk. 2014. Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia (Pengetahuan dan Keterbukaan Masyarakat Terhadap Gangguan Kesehatan Mental). Prosiding KS:Riset dan PKM Volume 2 Nomer 2 Hal 147-300. ISSN: 2442-4480

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.