Berbagi Informasi :

Sukoharjo — Puluhan warga dari Desa Plesan, Gupit, Pengkol, Kedungwinong dan Celep, Kecamatan Nguter mengadukan PT Rayon Utama Makmur (RUM) ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo. Para warga terdampak limbah udara yang dikeluarkan pabrik serat rayon tersebut membawa sejumlah bukti-bukti pencemaran udara dan pencemaran air yang mereka kumpulkan sejak tahun 2018.

“Kami membuat rekapan peristiwa pencemaran di lingkungan kami, dan kami serahkan ke DLH pada hari ini. Semoga dengan kedatangan kami persoalan ini bisa ditindaklanjuti dan semoga kedatangan kami di DLH ini untuk yang terakhir, jangan sampai kami ke sini mengadu lagi,” kata salah satu perwakilan warga, Tomo, Rabu (13/11).

Para warga, khususnya di lima desa paling dekat dengan lokasi pabrik serat rayon tersebut, bisa dipastikan setiap hari selalu menghirup limbah bau yang sangat busuk. Tidak sedikit warga yang mengalami pusing dan muntah karena tidak kuat menahan bau yang berasal dari limbah produksi PT RUM. Selain itu, akhir-akhir ini warga mendapati aliran sungai yang menjadi saluran limbah PT RUM  berubah warna, suhu dan bau menyengat.

Menangapi aduan dari warga terdampak limbah bau PT RUM, Kepala DLH Sukoharjo  Agustinus Setiyono menjanjikan akan segera menindaklanjuti. Pihak DLH akan terus melakukan pantauan dan hasilnya akan dilaporkan kepada pimpinan untuk sebagai dasar kebijakan yang akan diambil nantinya.

“Ini sudah adal laporan atau aduan yang masuk ke kami, dan akan kita tindaklanjuti setelah ini akan kita lakukan pantauan. Kita akan tindaklanjuti sebagaimana mestinya dankami harapkan permasalahan ini bisa segera diselesaikan,” tandas Agustinus Setiyono.

Sejak mulai dibuka pada tahun 2017, PT RUM mengeluarkan bau busuk yang menyebar mengikuti arah angina dengan radius bermacam-macam. Pemkab Sukoharjo sempat menghentikan produksi agar melakukan perbaikan selam 18 bulan, namun pasca sanksi pemberhentian limbah bau kembali muncul dan sangat meresahkan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.