Berbagi Informasi :

Sabtu (12/1/2020), klinik di Ruko Bellepoint yang terletak di Mampang Selatan, Jakarta Selatan digerebek jajaran Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Klinik tersebut diduga menyediakan praktik stem cell ilegal. “Mendapatkan laporan informasi dari masyarakat bahwa adanya praktik kedokteran secara ilegal dan tanpa izin dengan modus penyuntikan stem cell tanpa izin edar BPOM,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Sayudi Ario Seto melalui keterangan tertulis.

Namun, apa itu stem cell dan apa fungsinya? Baca juga: Sel Punca, Jawaban untuk Pengobatan Penyakit Degeneratif Pada Lansia Tubuh memiliki banyak sekali jenis sel agar semua organ berfungsi dengan baik. Dari sekian banyak sel itu, salah satu yang paling terkenal adalah stem cell (sel stem) atau sel punca. Namun, sel punca ini berbeda dengan sel lainnya. Mari kita bahas satu persatu. Semua manusia berasal dari satu sel yang disebut zigot, sel gabungan antara sel telur dan sperma. Zigot kemudian membelah menjadi dua, empat, delapan, dan seterusnya. Setelah membelah, secara alami sel-sel tersebut memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Proses ini disebut diferensiasi.

Berbeda dengan sel lainnya, sel punca adalah sel murni. Dalam artian, sel punca belum memiliki fungsi apapun dan belum melakukan proses diferensiasi. Meski belum memiliki fungsi, sel punca mampu membelah sebanyak-banyaknya sesuai kebutuhan yang disebut sel anak. Dilansir Mayo Clinic, sel anak dapat menjadi sel punca baru atau menjadi sel khusus yang melakukan diferensiasi sehingga memiliki fungsi khusus. Tak ada sel lain di dalam tubuh yang memiliki kemampuan alami untuk menghasilkan sel baru. Hal inilah yang membuat sel punca spesial, bahkan dapat digunakan untuk mengobati penyakit. Manfaat sel punca Para peneliti dan dokter berharap studi tentang sel punca dapat membantu untuk:

1. Meningkatkan pemahaman tentang munculnya berbagai penyakit. Dengan menyaksikan sel punca menjadi sel-sel yang berada di tulang, otot jantung, saraf, dan organ serta jaringan lain, para dokter dapat lebih memahami bagaimana penyakit berkembang.

2. Menghasilkan sel sehat untuk menggantikan sel sakit (obat regeneratif) Sel punca dapat menjadi sel spesifik yang digunakan untuk regenerasi dan memperbaikin jaringan yang rusak.

3. Untuk transplantasi Sel punca mungkin memiliki potensi untuk tumbuh menjadi jaringan baru untuk digunakan dalam transplantasi dan pengobatan regeneratif. Para peneliti terus memajukan pengetahuan tentang sel punca dan aplikasinya dalam transplantasi dan pengobatan regeneratif.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.