Berbagi Informasi :

Virus Corona menghebohkan dunia, Kota Wuhan pun menjadi sorotan karena merupakan sumber virus ini. Pemerintah China kini berusaha keras untuk menangani penyebaran virus dengan lockdown di Wuhan agar tidak berpergian.

Mereka yang sedang liburan di Wuhan tak bisa masuk dan mereka yang tinggal di Wuhan tidak bisa pergi.

Kota Wuhan adalah salah satu kota paling ramai di China. Populasi mencapai 11 juta orang atau sama seperti di DKI Jakarta. Kini, kota itu mendadak sepi. 

Seorang mahasiswa asal Indonesia, Yuliannova Chaniago, yang kini sedang berada di Wuhan pun tampak terus mengupdate suasana dan kondisi terkini kota tersebut dalam unggahan di Twitternya yang banyak di-retweet. 

Begini kondisi dan potret Wuhan yang ia unggah di akun Twitternya @ylchaniago

Dalam unggahan Twitternya, ia menuturkan menghindari kata isolasi dan karantina dalam mengabarkan keadaan Wuhan saat ini. Pasalnya kebijakan pemerintah China untuk men-shutdown sementara transportasi di Wuhan bukan berarti meniadakan aktivitas warga secara total, tulisnya. 

Ia pun mengunggah beberapa foto suasana di jalan, pertokoan hingga cuplikan video teman-temannya yang tampak menggunakan masker dan melambaikan tangan sambil berkata, “Jaga Kesehatan ya Semua.” 

“Apa yang kami lakukan? Ya saling kasih semangatlah uhuy, Doakan  kita yaaa.” tulisnya . 

Ia juga menulis 96 pelajar Warga Negara Indonesia di Wuhan saat ini aman, sehat dan tetap waspada. “Belum ada dari kita yang terpapar virus carona, saat ini kami terus berkomunikasi baik dan terus dalam pantauan @KBRI_Beijing sambil menunggu kebijakan dari pemerintah Indonesia. Mohon doanya dari Indonesia,” tulisnya. 

Imlek di Wuhan Sepi

Kondisi jalanan di Wuhan sepi. (Twitter/ylchaniago)
Kondisi jalanan di Wuhan sepi. (Twitter/ylchaniago)

Toko-toko di Wuhan terpantau banyak yang tutup. Ini bertepatan dengan perayaan Imlek. Sayangnya, Imlek di Wuhan kini sunyi. Jalan-jalan juga tampak sepi, hanya beberapa warga yang berkeliaran baik jalan kaki dan mengendarai sepeda motor.

“Tidak ada larangan untuk pergi keluar rumah, hanya himbauan untuk selalu menggunakan masker di luar. Saya masih melihat tetangga-tetangga saya keluar masuk asrama karena kebutuhan mereka dan tentunya menggunakan masker,” tulisnya.

Ada yang Sembuh dari Virus Corona

Yuliannova Channiago juga meng-share berita yang wajib diviralkan.

Dikutip dari lama berita CCTN, Yang, laki-laki berusia 46 tahun, menjadi pasien pertama yang sembuh dari virus corona dipublikasikan ke media. usai pengobatan dan perawatan dari dokter, akhirnya ia bisa pulang setelah seminggu dirawat di rumah sakit.

“Saya mendapatkan penanganan yang tepat dan bisa pulang ke rumah berkumpul dengan keluarga. Walaupun begitu saya tetap harus kontrol,” katanya dikutip CCTN.

 Ia diketahui tinggal di Wuhan dan meninggalkan Wuhan pada 3 Januari, namun setelah itu ia mengalami demam, dan sakit kepala hingga dilarikan ke rumah sakit.

Saudara laki-laki Yang pun menuturkan saat diwawancara, bahwa mereka melaporkan dengan sigap saat kondisi saudaranya menunjukkan gejala awal yang mirip dengan virus corona. 

“Ya saudaranya ditangani dengan baik dan bisa sembuh dari penyakit virus corona karena ia bergerak cepat sejak gejala awal muncul,” katanya. 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.