Berbagi Informasi :

Anisah Artian Mei Untari

(Mahasiswa Prodi RMIK Univ. Veteran Bangun Nusantara)

Kemajuan zaman membuat rumah sakit juga ikut mengalami digitalisasi, salah satunya di bidang penyimpanan rekam medis yang tak lagi menggunakan kertas. Rekam medis merupakan alat penting bagi dokter untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien. Biasanya rekam medis ditulis secara manual di kertas dan disimpan di ruang tertentu. Ketika pasien mengonsultasikan kondisinya ke rumah sakit, maka bagian rekam medis akan mencari status kesehatan pasien dan menyerahkannya pada dokter yang akan menangani.

KEAMANAN PASIEN

Manfaat secara keseluruhan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) bermuara pada meningkatnya mutu layanan. Isu penting dalam peningkatan mutu saat ini berorientasi pada Patient Safety (PS) atau keamanan pasien yang memiliki 6 sasaran yaitu :

  1. Ketepatan identifikasi pasien
  2. Peningkatan komunikasi yang efektif
  3. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai
  4. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
  5. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
  6. Pengurangan risiko pasien jatuh

Seluruh komponen pelayanan rumah sakit wajib paham dan bekerja secara bersungguh-sungguh dengan tujuan terjaganya keamanan pasien. Ini menjadi hal yang krusial, mengingat berbagai kesalahan bisa terjadi dalam proses layanan: pemberian obat; prosedur bedah; layanan radiologi; layanan laboratorium; penentuan diagnostik dan dalam proses transfusi.

KEAMANAN INFORMASI

Mengingat bahwa suatu pelayanan merupakan sistem dengan berbagai subsistem dan bagian yang kompleks, maka elemen informasi menjadi sangat penting, terlebih lagi guna menghindari kesalahan-kesalahan sebagaimana disebutkan di atas. Dalam hal ini fasyankes wajib menjamin keamanan dalam sistem penyimpanan data dan sistem akses catatan medis pasien. Dengan RME, jelas sangat terbantu.

TERHINDAR DARI KESALAHAN IDENTITAS PASIEN

Kesalahan transfusi sebanyak 49% dikarenakan darah diberikan kepada pasien yang salah, salah identifikasi. Penggunaan RME memungkinkan rumah sakit menyimpan data elektronik setiap pasien dilengkapi dengan foto-diri, sehingga membantu mencegah terjadinya kesalahan data antar-pasien yang dapat terjadi karena kesamaan nama dan tanggal lahir.

Kekhususan data (medis) penting disimpan, seperti tanda lahir (tahilalat, toh/tompel, bekas luka, dsb) serta riwayat alergis pasien. Informasi ini bisa menjadi sumber verifikasi data identitas pasien sebenarnya, guna mengurangi kesalahan tindakan

MANAJEMEN UTILISASI

Dengan RME, pencatatan riwayat tindakan medis pasien akan tersimpan dengan baik dan tidak dapat terhapus dari system. Selain itu, proses perawatan dan pengobatan dilakukan secara transparan, artinya system ini dapat menghindari terapi medis berlebihan yang tidak sesuai kebutuhan. Hal ini akan mendukung manajemen utilisasi karena biaya perawatan dan pengobatan yang tidak dibutuhkan menjadi kerugian bagi pihak pasien.

INTEGRASI INFORMASI

Pengobatan pasien dapat dilakukan secara berkesinambungan, karena semua data medis pasien, termasuk data penunjang (hasil laboratorium, foto rontgen, hasil CT Scan, hasil MRI) serta resep, tercatat pada sistem elektronik terintegrasi, yang dapat diakses dokter yang merawat sehingga memudahkan kolaborasi tim dokter dalam menangani pasien. Inipun mencegah terjadi kesalahan tindakan, mengingat dalam menentukan tindakan diperlukan informasi yang lengkap.

TERHINDAR DARI KESALAHAN PEMBACAAN

Kesalahan pembacaan resep menyumbang 15% sebagai penyebab kesalahan pemberian obat serta 6% dari kesalahan dalam permintaan tertulis. Dengan RME, data medis pasien akan jelas terbaca karena tidak ditulis dengan tangan, sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam membaca intruksi dokter atau rencana tindakan dokter yang akan dilakukan, seperti diagnosis atau pemeriksaan penunjang medis lainnya yang perlu dilakukan oleh tim dokter.

AUTENTIFIKASI INFORMASI

Sistem pengamanan akses data elektronik dilakukan dengan penggunaan password atau nomor pin, atau bisa juga dengan fingerprint atau retina pada skala keamanan yang lebih tinggi. Kerahasiaan data medis pasien dapat terjamin karena hanya bisa diakses oleh dokter dan petugas tertentu yang ditunjuk dan memiliki wewenang untuk itu.

EFISIENSI WAKTU

Sistem Order-Taker dalam RME dapat mengurangi tenaga dan biaya dalam penyampaian informasi antar bagian pelayanan. Pasien dan keluarganya tidak perlu secara manual membawa kemana-mana formulir-formulir (pemeriksaan lab) dan lembar-lembar (hasil lab, radiologi dan resep). Lebih nyaman, tidak repot dan tanpa harus antri untuk setiap kali akan melakukan tindakan medis atau mengambil obat.

RIWAYAT BERSINAMBUNG

Sistem RME memungkinkan database online dan terintegrasi walaupun lokasi rumah sakit berbeda kota. Pasien-lama tidak perlu mendaftar seperti pasien-baru, tetapi cukup dengan menunjukkan kartu berobat atau menyebutkan nomor rekam medis di rumah sakit lainnya yang terhubung online. Hal ini memudahkan pasien dan dokter untuk melanjutkan perawatan dimanapun pasien berada.

KEMUTAKHIRAN INFORMASI TERJAGA

Penggunaan RME memungkinkan data pasien tersimpan rapi, aman dan up-to-date, tidak ada masa kadaluarsa serta memiliki sistem back-up data tanpa batas waktu. Kapanpun diperlukan, data siap diambil dan digunakan. Bila digunakan system koneksi internet, alur komunikasi antara rumah sakit dan pasien akan lebih cepat dan dapat memberikan aktualisasi informasi kepada pasien melalui email atau device lainnya. Bila kemutakhiran data terjamin, maka terjamin juga tindakan yang tepat.

Keamanan pasien akan otomatis tercipta dengan dukungan system RME. Namun manfaat penggunaan RME terasa atau tidak, akan sangat bergantung pada kemampuan sumber daya penggunanya. Oleh karena itu, sangat perlu diketahui bagaimana RME seharusnya diterapkan, bukan sekedar ikut-ikutan.

VP Business Development and IT Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia, Wildan Djohany menjelaskan bahwa banyak dokter yang mengeluh rekam medis pasiennya hilang.Selain itu, Wildan juga menuturkan bahwa rekam medis manual menggunakan kertas membutuhkan ruang penyimpanan yang luas karena jumlah pasien yang semakin banyak. Sehingga, demi alasan efisiensi dan kemudahan dokter dalam menangani pasien.

Bahkan sejak 2016 lalu, rumah sakit di bawah naungan Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia ini telah menerapkan PACS (Picture Archiving and Communication System). Sistem ini memungkinkan hasil pencitraan medis seperti computed radiographic, digital radiographic, computed tomographic, ultrasound, fluoroscopic, magnetic resonance dan foto X-ray tak lagi membutuhkan kertas film.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Nodia,Firsta.2018.Digitalisasi Rumah Sakit, Cari Rekam Medis Tak Lagi Repot .https://www.suara.com/health/2018/09/06/195000/digitalisasi-rumah-sakit-cari-rekam-medis-tak-lagi-repot diakses pada 15 Maret 2020 pukul 16:30
  2. Cahyono,Suharjo B. (2008) Membangun Budaya Keselamatan Pasien: Dalam Praktek Kedokteran. Yogyakarta: Kanisius.
  3. Miharti,Rawi.2016. Manfaat RME: Peningkatan Mutu Layanan Terkait Patient Safety. https://gawaisehat.com/2016/08/20/manfaat-rme-peningkatan-mutu-layanan-terkait-patient-safety/ diakses pada 15 Maret 2020 pukul 19:44

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.