Berbagi Informasi :

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Radiansyah mendukung rencana pemerintah melakukan relaksasi atau pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alasannya, PSBB yang diterapkan selama ini tidak menjamin menekan kasus virus corona.

“Dengan diberlakukan PSBB tidak otomatis penyebaran Covid-19 menurun,” katanya.

Dia mencontohkan DKI Jakarta dan Kota Bandung yang sudah menerapkan PSBB. DKI Jakarta sudah menerapkan PSBB sejak 10 April 2020. Hingga saat ini, kasus terkonfirmasi positif terus meningkat. Hingga Minggu (17/5), jumlah kasus positif Corona mencapai 5.922 orang.

Sementara Kota Bandung mengalami penurunan kasus. Padahal Kota Bandung mulai menerapkan PSBB sejak 22 April 2020. Data pada 15 Mei 2020, jumlah kasus positif hanya menyentuh angka 282 orang. Pasien meninggal dunia karena corona sebanyak 36 orang.

“DKI Jakarta tidak menurun, tetap pada posisi tinggi. Sehari masih di atas 100. Itu yang jadi masalah. Karena itu, atas dasar pertimbangan agar perekonomian berjalan maka ada namanya relaksasi, kelonggaran-kelonggaran,” ujarnya.

Tak hanya PSBB, penerapan lockdown sekalipun tak menjamin kasus virus corona menurun. Trubus mengambil contoh China. China sudah menerapkan kebijakan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, virus tersebut masih bertengger.

“Suatu daerah dilockdown, semi lockdown, nggak ada jaminan kondisi normal lagi, nggak timbul konflik lagi. Tetap saja covid-nya ada,” kata tutup Trubus.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut laju temuan baru kasus positif virus corona di Indonesia mengalami penurunan hingga 11 persen. Kendati begitu, dia meminta semua masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan virus corona.

“Laju kasus baru menurun sampai 11 persen. Tetapi hal ini bukan berarti kita lengah,” ucap Doni Monardo dalam video konferensi usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (4/5).

Sebelumnya, Doni Monardo juga mengklaim terjadi penurunan kasus konfirmasi positif virus corona di Jakarta. Ini terjadi setelah pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Doni menyebut kasus positif corona di DKI Jakarta mengalami penurunan 11 persen selama sebulan sejak pemberlakuan PSBB.

“DKI pada 5 April kasus konfirmasi positif adalah 50 persen dari nasional. Setelah dilakukan PSBB, pada 5 Mei yang lalu terjadi penurunan kasus terkonfirmasi jadi 39 persen dari nasional,” ujar Doni dalam video conference usai rapat bersama Presiden Jokowi, Senin (11/5).

Di Pulau Jawa, kasus positif corona tercatat 70 persen. Dengan persentase korban meninggal 82 persen. Sementara untuk persentase angka kesembuhan 59 persen. Dari data itu, Doni meminta agar pemerintah daerah berinisiatif mengusulkan PSBB kepada Menteri Kesehatan apabila terjadi peningkatan kasus positif.

“Kita berharap insiatif dari daerah untuk koordinasi mempersiapkan diri jauh lebih baik,” ucapnya.

Menurut dia, koordinasi antara pemerintah daerah dah pusat sangat penting untuk menekan angka penyebaran corona. Doni ingin agar kasus positif corona dapat menurun secara merata di Indonesia.

“Hal ini kita upayakan agar tidak terjadi pingpong antar daerah. Ada daerah yang sangat menurun. Tapi bisa kembali lagi kalau ada perubahan mobilisasi masyarakat,” jelas Doni.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.