Berbagi Informasi :

Penyakit Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi global dikatakan memiliki potensi untuk menjadi sebuah penyakit endemik. Hal itu dikatakan oleh dokter sekaligus Epidemiolog Dicky Budiman dalam beberapa kesempatan. Endemik yang dimaksudkan di sini, bukan penyakit yang keberadaannya mengacu pada wilayah tertentu, namun sebuah penyakit dikatakan sebagai endemik, ketika keberadaannya akan selalu ada di tengah masyarakat hingga akhirnya dianggap sebagaimana penyakit lainnya. Ketika ditanya lebih lanjut, Dicky yang tengah menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Griffith University Australia ini menjelaskan mengapa Covid-19 bisa menjadi penyakit endemik.

1. Berkaca pada virus corona lain

Latar belakang yang dikemukakan Dicky berkaca pada jenis-jenis virus corona yang lain, selain SARS-CoV-2, yang juga menjadi endemik. “Secara fakta saja, sebetulnya saat ini sudah ada 4 coronavirus yang menjadi endemik di manusia, yaitu 229E, NL63, OC43 dan HKU1,” ujar Dicky, dihubungi Minggu (17/5/2020) siang. Keempat jenis virus corona ini menyebabkan demam biasa, dan batuk pilek pada manusia mulai dari tingkat keparahan ringan hingga sedang atau moderat. Oleh karena itu, Covid-19 yang disebabkan oleh virus yang masih merupakan keluarga virus corona tetap memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi endemik. “Terkait Covid-19 yang virusnya juga merupakan anggota keluarga coronavirus, tentu saja punya potensi seperti ke-4 coronavirus tersebut,” ungkap Dicky.

2. Alasan mengapa bisa menjadi endemik

Ada pula sejumlah alasan atau faktor yang disampaikan terkait pedapatnya soal Covid-19 yang bisa menjadi penyakit endemik. Misalnya dengan melihat persebarannya yang terjadi dengan sangat mudah dari manusia ke manusia. Selanjutnya, virus yang sudah menyerang 4,7 juta penduduk dunia itu hingga saat ini belum memiliki vaksin yang paten, diakui, dan diedarkan secara bebas. Sekanjutnya, alasan ketiga adalah belum diketahui dengan jelas, berapa lama seseorang yang terserang Covid-19 akan pulih dan apakah mereka akan memiliki kekebalan untuk virus serupa. “Satu hal yang juga penting dalam proses terjadinya suatu penyakit menjadi endemik adalah, apakah kekebalan yang terjadi bersifat permanen (tahan lama) atau tidak?” sebut Dicky.

Tingkat kekebalan  Belajar dari keempat jenis virus corona yang kini menjadi endemik, Dicky mengatakan kekebalan yang dimiliki tubuh seseorang setelah berhasil pulih ternyata tidak bertahan lama dan dapat menurun seiring waktu. Namun, memang tingkat keparahan infeksi virus yang selanjutnya tidak lebih parah dari serangan pertama. “Ketika terserang yang kedua kalinya, oleh keempat coronavirus penyebab common cold tersebut, derajat keparahannya berkurang (dari pertama kali),” ucap dia.

Mutasi virus Alasan lain yang memunginkan Covid-19 menjadi endemik adalah potensi adanya mutasi virus. Mutasi virus ini menjadikan virus dengan karakteristik berbeda dinilai akan menyulitkan tubuh untuk menanganinya. Tak hanya tubuh, para ilmuwan yang saat ini tengah bekerja keras menemukan vaksin juga akan mengalami kesulitan. Apabila penyakit ini terus ada dan menjadi penyakit endemik, risiko yang harus dihadapi adalah kematian, khususnya pada pasien yang memiliki penyakit penyerta.

“Masalah terkait Covid jika menjadi endemik adalah potensinya yang mematikan terutama pada pasien dengan komorbiditas yang tentu saja akan lebih membahayakan dibanding coronavirus lainnya (common cold dan influenza),” papar dia. Baca juga: Senjata Taiwan Melawan Corona: Wakil Presiden yang Ahli Epidemiologi Akankah Covid-19 menghilang? Keberlangsungan keberadaan virus corona baru penyebab Covid-19 menjadi pertanyaan banyak pihak, termasuk juga masyarakat awam. Apakah virus ini dapat hilang seiring berjalannya waktu, tetap ada namun melemah, atau tetap ada beserta vaksin yang telah ditemukan?

Menjawab pertanyaan ini, Dicky mengembalikannya pada keberadaan vaksin. “Bila vaksin berhasil (ditemukan), (Covid-19) bisa dikendalikan dan melemah, tapi bila vaksin sulit, karena mutasi virus misalnya, maka akan jadi endemik,” jelas Dicky. Namun, terlepas dari apapun itu menurutnya ada satu hal yang harus tetap dilakukan dan diperjuangkan oleh jajaran pemerintah negara-negara di dunia. “Di luar potensi Covid jadi endemik atau tidak, kewajiban pemerintah di seluruh dunia adalah fokus pada strategi testing dan tracing, selain penguatan surveilans (pengawasan). Termasuk membuat testing makin mudah diakses dan cepat,” ujarnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.