Berbagi Informasi :

Presiden Joko Widodo memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dianggap berjasa terhadap Indonesia. Tenaga kesehatan yang gugur akibat covid-19 termasuk dalam daftar penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama. Pemberian tanda kehormatan tersebut merupakan hasil persetujuan sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) periode Agustus 2020 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI  ke-75.

Pemberian penghargaan tersebut diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Suharyanto selaku Sekretaris Dewan GTK, dalam Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan RI di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8).

“Menganugerahkan Tanda Jasa Medali Kepeloporan, Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, dan Bintang Penegak Demokrasi kepada mereka nama, pangkat, dan jabatannya tersebut dalam keputusan ini sebagai penganugerahan atas jasa-jasanya,” kata Suharyanto  Adapun penganugerahan tanda kehormatan untuk tenaga kesehatan yang meninggal dalam melawan Covid-19 diberikan kepada Bartholomeus Bayu Satrio, yang juga mewakili enam tenaga kesehatan lainnya. Bartholomeus merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Barat yang bertugas di Klinik Central Medika Bekasi. Dia meninggal dunia pada 26 Maret 2o2o di RSUD Bekasi, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat, 74 dokter meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona maupun berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Amnesty International melaporkan sebanyak 89 tenaga kesehatan di Indonesia meninggal akibat virus corona atau Covid-19 hingga 13 Juli 2020. Perinciannya terdiri dari 60 dokter, 23 perawat, dan enam dokter gigi. Sementara itu, ada 878 dokter dan perawat di seluruh Indonesia yang terinfeksi virus mematikan tersebut. “Jumlah ini kemungkinan besar meningkat mengingat insiden meninggalnya tiga dokter di Pulau Jawa akibat terpapar Covid-19 sepekan terakhir,” tulis Amnesty dalam laporannya yang dikutip pada Rabu (15/7). Selain kepada tenaga kesehatan, Jokowi juga memberikan penganugerahan Tanda Bintang Penghormatan Nararya kepada Letkol Laut Mulatsih Widji Astuti mewakili 21 orang lainnya. Mulatsih merupakan Kepala Departemen Perawat Rumah Sakit Marinir Cilandak. Pemberian tanda kehormatan juga diberikan kepada Wakil Ketua MPR 2014-2019 Mahyudin yang mewakilkan enam orang lainnya. Mereka mendapatkan Bintang Mahaputera Nararya. Ini artinya, Jokowi juga memberikan tanda kehormatan kepada politisi Fahri Hamzah dan Fadli Zon sebagai Mantan Wakil Ketua DPR.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.