Berbagi Informasi :

Hari Perawat Nasional dirayakan setiap tanggal 18 Maret. Ini adalah kali kedua hari perawat dirayakan di masa pandemi covid-19.

Perawat yang menjadi garda terdepan virus corona juga menuangkan berbagai harapan mereka.

Dari harapan akan selesainya pandemi sampai tentang profesi mereka.

“Pandemi cepat selesai kaya di negara lain. Distribusi vaksin dipercepat, biar kita bisa segera lepas masker,” ungkap Rizal, salah seorang perawat sebuah rumah sakit swasta di Jakarta.

“Semoga profesi perawat juga lebih dihargai masyarakat.”

Ditambahkan dia, penghargaan yang dimaksud adalah agar masyarakat tak meremehkan pengetahuan mereka dan juga tak serta merta menganggap perawat seperti layaknya pelayan pribadi yang hanya harus melayani mereka seorang dan mengerjakan semua hal untuk si pasien.

Sementara itu, Siska (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan harapannya agar rumah sakit tak lupa memperhatikan kesejahteraan para perawatnya.

Beberapa perawat lainnya, yang enggan disebut namanya, juga mengungkapkan kepada CNNIndonesia.com bahwa mereka berharap pemerintah dan perusahaan juga lebih memperhatikan kinerja perawat selama pandemi, karena dengan pertimbangan pertaruhan nyawa. Namun perawat juga manusia dan ingin diperlakukan manusiawi khususnya di masa pandemi ini. Mereka menambahkan, bukan bermaksud pamrih atau perhitungan, namun aspek kesehatan -baik fisik maupun mental- mereka juga seharusnya masuk dalam ‘perhitungan.’ 

“Harapannya juga untuk mudah memperluas jaringan kerja. Ingin kesejahteraan, walaupun nakes dari kampung, kesetaraan gaji sangat jomplang disana.. Jauh dr kata UMR,” ungkap Kamelina Dewi, seorang perawat di sebuah rumah sakit di Jakarta. 

“Selain itu, juga ingin organisasi perawat lebih aktif lagi, misal dalam pembuatan STR, dan surat-surat perawat yang lain yang dibutuhkan.”

“Harapan saya semoga makin banyak sekolah atau universitas perawat yang negeri dan ada bantuan pemerintah untuk anak yang mau sekolah perawat cuma terkendala biaya. Perawat bisa makin jaya di dunia kesehatan di tengah pandemi ini,” ungkap Via, perawat lainnya.

Dengan pentingnya peran penting perawat di masa pandemi ini WHO mengimbau pemerintah di seluruh dunia untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja perawat serta semua petugas kesehatan.Mereka juga memastikan akses tanpa hambatan ke APD. Perawat dan semua petugas kesehatan harus diberikan fasilitas kesehatan mental, pembayaran tepat waktu, cuti sakit, dan asuransi.

Hari Perawat Nasional yang jatuh pada 17 Maret menjadi momentum untuk mengingat dan mengapresiasi pengabdian para perawat di berbagai penjuru negeri.

Dalam pernyatan tertulisnya Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah mengatakan pandemi COVID-19 adalah pengingat dari peran vital perawat bagi dunia kesehatan. Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melaporkan 274 perawat meninggal dunia terpapar Covid-19.

Harif menyebut perawat menjadi sosok yang paling dekat dan selalu berada di dekat pasien. Tanpa perawat dan petugas kesehatan lainnya, korban dari pandemi bisa lebih besar.

“Dalam tugas dan fungsinya, perawat memiliki peran penting dalam upaya kuratif dan rehabilitatif. Hal ini berdasar pada Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” kata Harif dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3) dikutip dari detik.

“Salah satunya membantu case finding atau penemuan kasus yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Dalam konteks pandemic, perawat juga berperan dalam proses 3T,” imbuh Harif.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.