Berbagi Informasi :

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menunggu kajian lengkap dan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) perihal vaksinasi Covid-19 terhadap bayi di bawah lima tahun (Balita) hingga anak sekolah di bawah usia 18 tahun. Hal itu menyusul kebijakan teranyar dari perusahaan asal China, Sinovac yang mengklaim vaksin Covid-19 buatannya aman digunakan untuk anak usia 3 tahun hingga 17 tahun.

“Kita tunggu rekomendasi WHO, dan juga rekomendasi dari ITAGI ya,” kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat.

Kemenkes, kata Nadia, sejauh ini masih readyviewed menetapkan sasaran program vaksinasi nasional yang membidik 181,5 juta penduduk Indonesia demi mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

Ada empat skema yang ditetapkan. Pertama, menyasar 1,4 juta tenaga kesehatan, disusul tahapan kedua yang menyasar 17,3 juta petugas pelayanan publik dan 21,5 juta lansia. Kemudian akan dilanjutkan vaksinasi tahapan ketiga yang menyasar 63,9 juta masyarakat rentan di daerah risiko tinggi penularan, serta 77,4 juta masyarakat lain yang disesuaikan dengan ketersediaan vaksin.

Lebih lanjut, Nadia juga mengaku belum bisa memastikan, vaksinasi untuk balita dan anak sekolah akan masuk program pemerintah atau skema gotong royong. Adapun, peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 yang terbit pada 24 Februari menyebutkan vaksinasi gotong royong juga menyasar anggota keluarga karyawan. “Program vaksin gotong royong untuk perusahaan sesuai Permenkes,” imbuh dia.

Klaim Sinovac menyusul hasil uji klinis tahap awal dan menengah yang melibatkan 550 peserta untuk mengetahui respons kekebalan tubuh setelah disuntik vaksin.

Berdasarkan uji coba tersebut, Sinovac melaporkan penerima vaksin yang berusia 3 tahun dan 6 tahun tercatat hanya mengalami demam tinggi sebagai respons terhadap vaksin. Sementara subjek uji coba lainnya dilaporkan hanya mengalami gejala ringan.

Sedangkan sejauh ini, Sinovac di Indonesia hanya digunakan program vaksinasi yang menyasar warga berusia 18-59 tahun, dan kemudian disusul izin penggunaan untuk warga di atas 60 tahun atau lanjut usia (lansia).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.