Berbagi Informasi :

Johnson & Johnson mengungkapkan adanya kasus pembekuan darah yang dialami relawan vaksin COVID-19.

Aran Maree, kepala petugas medis untuk vaksin Johnson & Johnson mengatakan penggumpalan darah terlihat pada dua pasien dalam uji coba vaksin Fase 3, satu yang mendapat vaksin dan satu yang diberi suntikan plasebo.

Maree juga merinci kemungkinan kasus ketujuh pada pertemuan darurat dari Komite Penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS tentang Praktik Imunisasi.

Dikutip dari CNN, ada satu kasus pembekuan darah trombosis sinus vena serebral (CVST) yang terjadi pada bulan September, selama uji coba fase 3 dari vaksin dosis tunggal, kata Maree.

“Itu dialami oleh seorang pria kulit putih berusia 25 tahun,” kata Maree. Dilaporkan juga seorang wanita berusia 59 tahun mengalami serangkaian pembekuan darah yang dikenal sebagai trombosis vena dalam atau DVT. Pihak perusahaan tidak menjelaskan pasien mana yang menerima vaksin atau plasebo.

Johnson & Johnson hingga saat ini masih melakukan investigasi lebih lanjut. “Ada juga studi yang sedang berlangsung, studi terbuka besar, pada perawatan kesehatan Afrika Selatan. Saat ini telah terdaftar, 272.438 peserta,” kata Maree.

“Kami tidak memiliki laporan CVST. Kami memiliki satu kasus emboli paru,” lanjutnya. Emboli paru adalah kasus pembekuan darah di paru-paru.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.