Berbagi Informasi :

Pandemi Covid-19 telah terjadi lebih dari setahun. Penularan virus Sars-CoV-2 ini belum berakhir, bahkan di beberapa negara jumlah penderita Covid-19 terus bertambah dan penularannya lebih ganas. Seluruh negara, termasuk Indonesia sudah harus menghadapi serangan strain atau varian Covid-19 baru dari mutasi virus tersebut, antara lain strain dari Inggris (B117), Afrika Selatan (B1351), Brasil (P1) dan strain dari India (B.1.617). 

Apa perbedaan dari varian Covid-19 tersebut? WHO membaginya dalam dua jenis, yakni Variant of Concern (VOC) dan Variant of Interest (VoI). Berikut perbedaannya. 

1.  Strain Inggris  

Disebut dengan kode B.1.1.7,  varian virus yang pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 2020 dan telah menyebar dengan cepat setidaknya ke 70 negara di dunia, termasuk Indonesia. Strain dari Inggris ini disebutkan punya sejumlah besar mutasi, banyak di antaranya melibatkan protein lonjakan virus, yang membantu virus menyerang sel manusia.

Varian dari Inggris tersebut menyebar begitu cepat menggantikan varian lain yang beredar. Ini menunjukkan bahwa B.1.1.7 punya semacam keunggulan selektif dibandingkan varian lain.   New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) United Kingdom menyimpulkan, transmisi yang lebih cepat ini mungkin hasil dari salah satu mutasi pada lonjakan protein varian mutasi yang disebut “N501Y”. Ditemukan N501Y berkaitan dengan peningkatan pengikatan virus ke reseptor yang ditemukan di permukaan pada banyak sel manusia, ACE 2.   Disebutkan, kemungkinan berarti B.1.1.7, lebih efisien dalam memasuki sel di tubuh manusia. Penelitian dari Public Health England menyebutkan, varian Inggris ini lebih menular sekitar antara 30 hingga 50 persen. 

2. Strain Afrika Selatan  

Memiliki kode B.1.351, varian ini pertama kali terdeteksi di Nelson Mandela Bay, Afrika Selatan, pada Oktober 2020. Sejak itu telah menyebar setidaknya ke lebih 30 negara di dunia termasuk Indonesia.  

Meski sama dengan varian Inggris yang memiliki mutasi N501Y pada protein, varian Afrika Selatan disebutkan juga memuat beberapa mutasi lain yang berkaitan. Dua di antaranya, yang disebut E484K dan K417N yang buruk bagi sistem kekebalan manusia karena dua mutasi ini bisa menghindar dari antibodi, bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membantu tubuh melawan infeksi. Namun sejauh ini, belum ada bukti yang menunjukkan varian virus asal Afrika Selatan lebih mematikan daripada varian virus asli penyebab Covid-19. 

3. Strain Brasil 

Varian virus dengan kode P.1 yang juga telah menyebar ke banyak negara di dunia satu ini diketahui pertama kali terdeteksi di Jepang dari kedatangan sekelompok pelancong Brasil pada Januari 2021. P.1 secara substansial lebih menular daripada varian virus ainnya. Untuk mutasi, varian P.1 memiliki mutasi protein lonjakan N501Y, E484K dan K417N serta banyak mutasi lainnya. Walau sifatnya lebih menulai, belum ada bukti varian ini menyebabkan penyakit infeksi Covid-19 yang lebih parah. 

4. Strain India 

Berbeda dengan strain virus lain, varian India atau B.1.617 memiliki beberapa mutasi yang berpotensi penting lainnya, contohnya L452R. Varian virus India ini dikatakan memiliki lebih dari selusin mutasi, termasuk beberapa yang diketahui meningkatkan penularan dan membantu virus menghindari sistem kekebalan tubuh.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.