Berbagi Informasi :

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memanfaatkan pandemi COVID-19 untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem teknologi informasi demi menciptakan jaringan ekosistem kesehatan yang kuat. Hal tersebut disampaikan Direktur BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti dalamn acara simposium International Social Security Association (ISSA).

“Bisa dibilang sistem teknologi informasi BPJS Kesehatan telah merevolusi tatanan layanan kesehatan di Indonesia, termasuk pada saat pandemi COVID-19 ini. Pergeseran akses layanan kesehatan konvensional menjadi berbasis digital adalah sesuatu yang mutlak terjadi. Oleh karenanya, kita hadirkan layanan dan produk digital untuk menjawab kebutuhan stakeholders JKN-KIS yang dinamis,” ujarnya, dilansir Antara.

Ali Gufron memaparkan bahwa ekosistem kesehatan digital yang dibangun BPJS Kesehatan berperan dalam penanganan COVID-19, baikl langsung maupun tidak langsung.

Dia mencontohkan, sistem tekonologi informasi diantaranya mampu membantu pendataan peserta vaksinasi COVID-19, memproses klaim kasus COVID-19 yang diajukan rumah sakit, menyediakan dashboard berisi data terkait verifikasi klaim yang bisa diakses Pemerintah Daerah, hingga membantu peserta JKN-KIS melakukan penapisan COVID-19 mandiri melalui Mobile JKN.

Optimalkan Upaya Digitalisasi Proses Rujukan

BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan upaya digitalisasi proses rujukan, telekonsultasi, sistem pembayaran iuran, antrean elektronik, dan layanan non tatap muka melalui Whatsapp (PANDAWA), Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), hingga melalui pesan langsung di media sosial resmi BPJS Kesehatan.

Kini BPJS Kesehatan tengah mengembangkan sistem pengenalan wajah biometrik guna mempercepat proses administrasi di fasilitas kesehatan. Ali Gufron menekankan, pengembangan sistem tekonologi informasi BPJS Kesehatan selalu melalui identifikasi kebutuhan peserta JKN-KIS. BPJS Kesehatan juga mendorong mitra penyedia layanan kesehatan untuk menerapkan digitalisasi layanan kesehatan secara terus-menerus.

“Put people first, kita harus dengarkan kebutuhan mereka. Di samping itu, kita juga bangun team work dan leadership yang kuat untuk memantapkan pelayanan kepada peserta JKN-KIS,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ali Gufron menyinggung mengenai cara Korea Selatan mencegah pelayanan kesehatan mereka kolaps, yakni dengan ekosistem digital dalam struktur kerja sama dan interoperabilitas sistem dan data antar lembaga di pemerintah pusat serta daerah yang sangat bagus. Menurutnya, hal itu bisa menjadi referensi bagi Indoensia untuk menyempurnakan sistem teknologi informasi pelayanan digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.