Berbagi Informasi :

Ada banyak minuman kemasan ataupun soft drinks yang tersedia di supermarket sekeliling Anda. Beberapa di antaranya minuman bersoda, kopi, dan juga minuman berenergi.

Minuman berenergi seolah-olah memberikan energi pada tubuh untuk beraktivitas. Terutama aktivitas fisik berat. Dalam beberapa iklan komersial, minuman berenergi ditampilkan seakan-akan dengan meminumnya dapat memberikan tenaga pada Anda yang akan bekerja keras. Di samping itu, minuman berenergi juga tak jarang digambarkan sebagai minuman sehat. Namun benarkah minuman berenergi baik untuk tubuh?

Seorang Ahli Gizi Brenda Braslow justru khawatir dengan minuman berenergi yang beredar di pasaran. Braslow mengatakan, minuman berenergi hanya diiklankan sebagai minuman yang dapat meningkatkan energi untuk pekerjaan fisik. Padahal kandungan di dalamnya hanyalah kafein dan lebih banyak gula.

“Kata kuncinya adalah dipromosikan, bagaimanapun minuman energi cenderung mengandung tingkat kafein yang sangat tinggi, di mana bisa 2-3 kali lipat dari soda atau kopi,” kata Brenda dikutip dari Mashed.

Ia juga menekankan ada bahan penambah energi seperti glukosa, vitamin B, ginseng, dan taurin yang biasanya tertera dalam komposisi mungkin kedengarannya sehat. Namun komposisi bahan lainnya seperti kafein dan gula tidak ikut dicantumkan, membuatnya sedikit riskan untuk kesehatan Anda.

“Kedengarannya sehat, tapi mereka tidak mengungkapkan kandungan kafein yang ada dalam minuman tersebut, serta keamanan bahan lainnya,” ucap Brenda.

Gangguan kesehatan yang muncul karena minuman energi:

– Ketergantungan kafein

Kandungan kafein dalam minuman berenergi bisa lebih tinggi hingga 2-3 kali lipat dari kandungan kopi. JIka dikonsumsi terus menerus, kandungan yang tinggi ini membuat Anda terbiasa dengan kafein dosis tinggi. Akibatnya, Anda akan terus meningkatkan kandungan kafein harian Anda agar menghasilkan efek stimulan yang diinginkan.

“Asupan kafein berlebihan tidak baik untuk kesehatan, ini bisa memicu detak jantung lebih cepat, tekanan darah melonjak, kecemasan, gangguan tidur, diare, mual hingga muntah,” kata Brenda.

– Mengganggu koordinasi motorik

Sebaiknya tidak sembarangan konsumsi minuman berenergi dan minuman jenis lain, apalagi alkohol.

Penggabungan dua minuman ini akan sangat berbahaya bagi tubuh. Kedua minuman ini membuat efek stimulan seolah-olah orang tidak mabuk dan dalam keadaan sadar sementara reaksi dan koordinasi motoriknya menurun. Selain itu, penggabungan dua minuman ini juga menurunkan fungsi kognitif sehingga sulit mengambil keputusan.

– Meningkatkan tekanan darah

Dilansir Healthline, konsumsi minuman berenergi juga bisa menambah tekanan darah dan mempercepat detak jantung.

Beberapa penelitian pada orang dewasa sehat menunjukkan bahwa meminum satu kaleng Red Bull (salah satu minuman berenergi) secara signifikan meningkatkan tekanan darah dan detak jantung dalam waktu 90 menit-24 jam setelah dikonsumsi.

– Meningkatkan risiko diabetes

Karena mengandung gula yang tinggi, minuman berenergi juga meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

– Merusak gigi

Penelitian menunjukkan bahwa minum minuman asam dapat merusak enamel gigi yang merupakan lapisan luar gigi. Lapisan ini melindungi gigi dari kerusakan. Sementara minuman berenergi bisa merusaknya.

Minuman berenergi juga disebut dua kali lebih berbahaya bagi enamel gigi ketimbang jenissoft drinkslainnya.

– Berbahaya bagi ginjal

Asupan minuman berenergi secara terus menerus dapat berdampak serius pada kesehatan ginjal.

Sebuah studi 12 minggu pada tikus yang diberikan Red Bull mengalami penurunan fungsi ginjal. Meskipun penelitian ini belum terbukti pada manusia.

Tapi diketahui, bahwa asupan gula tinggi berisiko meningkatkan gagal ginjal kronis. Sementara diketahui minuman berenergi cenderung memiliki kadar gula tinggi.

Pengganti minuman energi

Jika minuman berenergi memiliki dampak serius pada kesehatan, apa yang bisa Anda konsumsi?

Brenda mengatakan, tak masalah jika Anda sesekali mengkonsumsi minuman berenergi ketika Anda merasa ‘benar-benar kekurangan energi’. Anda juga bisa memperbaiki pola hidup Anda menjadi lebih sehat sehingga tak perlu booster berupa minuman berenergi.

“Mungkin Anda perlu mendapatkan lebih banyak waktu berkualitas, tidur cukup, memiliki jadwal istirahat di siang hari, dan mengkonsumsi makanan yang lebih sehat,” kata Brenda.

Pertimbangkan juga konsumsi air putih ketika menginginkan minuman berenergi. Anda juga mungkin hanya memerlukan air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.