Berbagi Informasi :

Disebut sangat langka dan mayoritas ringan, kasus Miokarditis atau radang jantung ditemukan pada sejumlah penerima dosis kedua vaksin mRNA Pfizer-BioNTech. Umumnya pria berusia di bawah 30 tahun.

Temuan ini diungkap Kementerian Kesehatan Israel dalam laporan terbarunya. Mereka mencatat ada 275 kasus Miokarditis sepanjang Desember 2020 hingga Mei 2021, 148 di antaranya berdekatan dengan pemberian dosis kedua vaksin Pfizer.

Sebanyak 27 kasus, termasuk 11 dengan kondisi penyerta, dilaporkan mengalaminya segera setelah pemberian dosis pertama. Terhitung langka mengingat sudah ada 5.401.150 orang yang menerima vaksin ini.

Menurut Kementerian Kesehatan Israel, mayoritas kasus Miokarditis yang dilaporkan dialami pria berusia di bawah 30 tahun, khususnya antara 16-19 tahun. Sebagian besar ringan, pasien selesai perawatan setelah 4 hari di rumah sakit.

Dilaporkan juga ada satu kematian akibat Miokarditis, namun tidak terbukti secara konklusif. Dilaporkan juga, temuan kasus berkurang pada kelompok usia yang lebih dewasa.

Temuan ini terungkap di tengah rencana Israel memberikan vaksinasi pada warga usia 12-15 tahun. Dikutip dari Times of Israel, para pakar menyarankan hanya memberikan satu dosis pada usia muda untuk menghindari efek samping pada dosis kedua.

Apa itu miokarditis?

Dikutip dari Mayo Clinic, miokarditis adalah pembengkakan atau inflamasi pada otot jantung (myocardium). Selain mempengaruhi otot jantung, miokarditis juga bisa mempengaruhi kelistrikan jantung dan mengurangi kemampuannya memompa darah dengan normal.

Infeksi virus merupakan penyebab umum, tetapi reaksi dengan obat juga bisa memicunya. Beberapa gejala yang menyertai Miokarditis antara lain:

  • Nyeri dada
  • Aritmia atau denyut jantung tidak normal
  • Sesak napas saat melakukan aktivitas berat
  • Bengkak di kaki atau retensi cairan
  • Letih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.