Berbagi Informasi :

Batu ginjal biasanya terbentuk di ginjal atau saluran kencing yang menghubungkan organ vital ini ke kandung kemih. Dilansir dari NHS, batu ginjal sekecil butiran pasir biasanya dapat keluar dari tubuh lewat urine. Tapi, batu yang ukurannya lebih besar bisa menghalangi aliran urine dan memicu infeksi sampai gagal ginjal.

Batu ginjal bisa terjadi akibat penumpukan zat kimia tertentu di dalam tubuh karena sejumlah masalah kesehatan. Banyak hal bisa jadi penyebab batu ginjal, seperti penyakit, pola makan, sampai efek samping obat tertentu. Berikut beberapa di antaranya:

1. Kurang minum

Dilansir dari WebMD, kurang minum atau asupan cairan membuat mineral penyebab batu ginjal mudah mengeras atau membatu. Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Selain itu, kurang minum juga bisa membuat batu ginjal yang sudah terbentuk di tubuh sulit keluar secara alami lewat kencing. Tanda seseorang sudah cukup minum bisa dikenali dari warna urine yang bening atau sedikit kekuningan. Jika warnanya sudah menguning atau terlihat gelap, tandanya tubuh kekurangan cairan. Minum air putih setidaknya 8-10 gelas per hari, terlebih jika Anda banyak berkeringat.

2. Konsumsi garam, natrium, dan sodium berlebihan

Penyakit batu ginjal juga bisa disebabkan oleh pola makan tinggi garam, natrium, dan sodium. Oleh karenanya, batasi konsumsi garam, natrium, dan sodium jangan sampai berlebihan. Makanan tinggi natrium dan garam biasanya berupa camilan asin, makanan kaleng, makanan yang diawetkan, sampai frozen food. Menurut Kementerian Kesehatan batas aman konsumsi natrium yakni sebanyak 2.000 miligram, atau setara 1 sendok teh garam per hari.

3. Kerap makan makanan tinggi oksalat

Salah satu jenis batu ginjal yang paling umum yakni berupa campuran mineral kalsium dan oksalat. Batu ginjal ini disebabkan oleh konsumsi asupan yang mengandung oksalat yang terlalu banyak. Makanan tinggi oksalat jamak ditemukan dalam makanan sehat dan sayuran seperti bayam, bit, belimbing, kacang-kacangan dan sebagainya. Untuk mencegah penumpukan oksalat di tubuh, coba imbangi dengan makanan tinggi kalsium seperti susu, keju, atau ikan teri. Kalsium dapat membantu tubuh memproses oksalat dan mengikatnya bersama kalsium di pencernaan, sehingga tidak mengendap di ginjal.

4. Terlalu banyak protein hewani

Daging merah dan kerang merupakan dua jenis makanan yang tinggi protein hewani. Keduanya bisa membuat kadar asam urat melonjak. Asam urat yang menumpuk di sendi terkadang bisa masuk ke ginjal dan memicu terbentuknya batu ginjal. Selain itu, protein hewani juga bisa meningkatkan kadar kalsium dalam urine dan menurunkan kandungan sitrat. Keduanya rentan menyebabkan pembentukan batu ginjal.

5. Gangguan pencernaan

Penyakit batu ginjal kerap dialami penderita gangguan pencernaan seperti penyakit crohn, penyakit radang usus, dan kolitis ulseratif. Gangguan pada pencernaan dapat menimbulkan diare dan mengurangi frekuensi buang air kecil. Saat urine tidak selancar biasanya, tubuh dapat menyerap lebih banyak oksalat dari usus, sehingga banyak yang masuk ke urine dan membentuk batu ginjal.

6. Obesitas

Orang yang kegemukan atau obesitas risikonya terkena penyakit batu ginjal naik dua kali lipat. Demi mencegah penyakit batu ginjal dan menjaga kesehatan secara keseluruhan, coba konsultasikan ke dokter untuk menjalankan program penurunan berat badan yang sehat. Setelah berhasil, pertahankan berat badan agar tetap terkontrol di posisi ideal.

7. Masalah kesehatan tertentu

Tak hanya gangguan pencernaan, batu ginjal juga bisa disebabkan penyakit diabetes tipe 2, encok, hiperparatiroid, sampai gangguan ginjal. Selain itu, kelainan bawaan langka seperti ginjal spons meduler juga bisa membuat kista terbentuk di ginjal dan membuat penderitanya riskan terkena batu ginjal.

8. Efek samping obat tertentu

Selain kondisi medis tertentu, penyebab batu ginjal juga bisa berasal dari efek samping obat diuretik, antibiotik, obat untuk HIV, dan sebagainya. Konsultasikan ke dokter jika Anda terkena batu ginjal setelah mengonsumsi obat di atas. Dokter dapat memberikan solusi untuk meminimalkan efek sampinya. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala batu ginjal seperti sakit pinggang, susah kencing, kerap mual dan muntah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.