Berbagi Informasi :

Lonjakan kasus COVID-19 di RI membuat fasilitas kesehatan diprediksi kolaps dalam 2 minggu hingga sebulan ke depan. Meledaknya jumlah pasien COVID-19 dikhawatirkan akan membuat rumah sakit tak lagi bisa menampung pasien.

Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr Masdalina Pane menegaskan, pemerintah harus mengupayakan pengawasan ketat penerapan protokol kesehatan. Pasalnya, penambahan kapasitas tempat tidur sudah tidak bisa mengatasi membludaknya pasien COVID-19.

“Pengawasan di lapangan itu dibutuhkan untuk memantau apakah regulasi kita itu memang dilaksanakan dengan baik itulah tugas teman-teman di Satgas dan TNI Polri agar bisa mengawal penerapan regulasi,” tegasnya dalam siaran BNPB.

“Jika tak ada containment, tidak ada pengendalian yang tepat dan cepat saya bisa katakan 2 minggu sampai 1 bulan lagi kita sudah akan kolaps,” lanjutnya.

Pane menegaskan, upaya tracing dari pemerintah harus diseimbangkan dengan penerapan protokol secara maksimal oleh masyarakat untuk menekan kasus COVID-19.

Menurutnya, upaya pengendalian pandemi COVID-19 tidak bisa hanya mengandalkan 1 aspek, melainkan memerlukan sinergitas pemerintah dan masyarakat.

“Karena itu strategi untuk mengatasi masalah ini tidak bisa hanya dengan terus menambah tempat tidur karena hanya pada satu titik itu akan terjadi lonjakan dimana RS dan tempat tidur sudah tidak mampu lagi mengatasinya,” jelas Pane.

“Maka yang harus dilakukan adalah containment di hulu jadi bagaimana caranya agar masyarakat itu tetap mematuhi protokol kesehatan tapi tracingnya kuat,” imbuhnya.

Ia menambahkan, lonjakan kasus COVID-19 imbas libur Lebaran sebenarnya sempat berhasil dicegah berkat tracing yang maksimal. Maka itu ia berharap, pemaksimalan tracing bisa kembali diupayakan untuk mengendalikan lonjakan, meski hasilnya tidak akan terlihat dalam waktu singkat.

Langkah lainnya, Pane menegaskan percepatan vaksinasi COVID-19 di Indonesia harus diupayakan.

“Kita juga pernah mengalami libur panjang yang kasusnya tidak naik, artinya model-model seperti itu yang harus kita lakukan jadi pada saat ini mungkin pembatasan mobilitas bisa menjadi solusi tapi itu tidak bisa lama,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.