Berbagi Informasi :

Anosmia adalah istilah medis untuk keluhan hidung tidak bisa mencium bau atau kehilangan indera penciuman. Kondisi ini belakangan mesti diwaspadai karena bisa menjadi gejala Covid-19. Bahkan dalam kasus ringan, pasien Covid-19 sering melaporkan tidak bisa mencium bau dan kemudian mengalami kehilangan indra pengecap.

Indra penciuman manusia memang sangat terkait dengan indra pengecap. Oleh sebab itu, gejala anosmia bukan hanya tidak bisa mencium bau. Penderita juga dapat mengalami kesulitan merasasakan makanan maupun minuman yang masuk ke mulut. Selain karena menjadi gejala Covid-19, kondisi anosmia sendiri penting diwaspadai karena bisa berdampak pada banyak hal di hidup kita.

Misalnya, tanpa bisa mencium bau dan mengecap rasa, kita mungkin akan kehilangan nafsu makan yang pada akhirnya dapat mengganggu pemenuhan nutrisi sehari-hari. Tanpa kemampuan mendeteksi bau, kita juga mungkin tidak bisa mencium kebocoran gas, asap dari api, atau makanan basi.

Dilansir dari Verywell Health, para peneliti telah menemukan bahwa latihan penciuman dapat membantu orang-orang mendapatkan kembali kemampuan mereka untuk mendeteksi aroma atau bau. Tapi, sementara belum diketahui seberapa efektif latihan penciuman dapat membantu dalam mengatasi anosmia ini.

Meski begitu, bagi siapa saja yang sedang berurusan dengan kehilangan indra penciuman akibat Covid-19 atau penyebab lainnya, latihan penciuman patut dicoba. Latihan penciuman yang dimaksud di sini adalah praktik berulang kali memaparkan berbagai bau dalam upaya membantu meningkatkan kemampuan pasien untuk mendeteksi aroma.

“Masih belum sepenuhnya diketahui bagaimana latihan penciuman bekerja, tetapi itu bergantung pada kemampuan unik saraf penciuman untuk beregenerasi,” kata Benjamin S. Bleier, MD, FACS, spesialis kepala dan leher di Mass Eye and Ear Sinus Center dan seorang profesor otolaringologi-bedah kepala dan leher di Harvard Medical School kepada Verywell Health. Dia memperkirakan bahwa paparan bau berulang bisa meningkatkan kapasitas neurogeneratif sel khusus di daerah hidung yang bertanggung jawab untuk penciuman (epitel penciuman) yang dapat membantu menyembuhkan saraf penciuman yang rusak. “Latihan penciuman bahkan dapat menyebabkan konektivitas otak yang lebih baik,” kata Thomas Hummel, MD, seorang profesor di Klinik Bau dan Rasa di Technical University of Dresden kepada Verywell Health.

Dengan latihan penciuman, pasien biasanya akan diminta untuk mencium aroma tertentu dan mencoba memikirkan seperti apa aroma sebenarnya saat mereka melakukannya. Namun, ada beberapa variasi dengan latihan penciuman, termasuk seberapa sering dilakukan dan aroma apa yang digunakan. Hummel merekomendasikan kepada penderita anosmia untuk melakukan latihan mencium aroma dua kali sehari dengan menghabiskan masing-masing 30 detik pada empat aroma berbeda. Latihan ini minimal dilakukan selama empat bulan.

Sementara itu, Bleier mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada standar yang ditetapkan untuk teknis latihan penciuman berdasarkan penelitian. “Jenis bau yang digunakan berbeda di seluruh literatur, tetapi ada bukti bahwa penting untuk memilih bau dari kategori yang berbeda seperti aromatik, buah, dan bunga,” jelas dia.

Bleier menyebut bahwa ada beberapa bukti mengungkap bahwa latihan yang dilakukan lebih lama mungkin akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Dia menyatakan sebenarnya masih terlalu dini untuk mengatakan apakah latihan penciuman akan membantu mengatasi keluhan pasien yang kehilangan penciuman atau indra penciuman yang terdistorsi akibat Covid-19.

Tapi, kabar baiknya adalah tidak ada kerugian atau efek samping yang nyata dari latihan penciuman ini. “Jadi ini pasti sesuatu yang dapat dicoba oleh pasien segera setelah mereka mulai mengalami gejala anosmia,” katanya.

Bleier pun merekomendasikan agar orang yang mengalami anosmia tidak ada salahnya untuk mencoba latihan penciuman. “Meskipun masih ada banyak pertanyaan tentang jumlah sumber aroma yang sebaiknya digunakan dan berapa lama perlu berlatih, kami tahu itu nyaman dan tidak memiliki efek samping yang signifikan,” kata Bleier.

Dilansir dari Health Line, Nicole Aaronson, MD, MBA, CPE, FAAP, FACS., Ahli THT pediatrik dari Alfred I. duPont Hospital of Children, juga menyatakan latihan penciuman bisa menjadi cara mengatasi anosmia yang bisa dicoba di rumah.  Saat melakukan latihan ini, pasien bisa mencium beberapa rangkaian bau kuat yang bisa ditemukan di rumah.

Bau tersebut juga bisa diganti dengan minyak atsiri. Beri waktu 20 detik untuk mencium setiap bau dan lakukan tiga kali sehari selama enam minggu. “Agar terlihat perubahannya, penting adanya komitmen jangka panjang,” kata ahli yang juga menjadi Asisten Profesor Klinis Otolaringologi dan Anak dari Thomas Jefferson Sidney Kimmel School of Medicine, sekaligus penasihat medis Health Line tersebut.

Menurut Aaronson, latihan penciuman paling efektif jika dilakukan dengan empat bau yang sama setiap harinya, daripada mengubah-ubahnya setiap hari. Direkomendasikan pula untuk berkonsentrasi penuh saat mencium setiap bau. Aaronson menyarankan beberapa sumber bau berikut:

  • Bubuk kopi
  • Mawar
  • Sitrus
  • Kayu putih
  • Vanila
  • Cengkih
  • Mint

Selama latihan penciuman, kata dia, pasien mungkin akan merasa aneh karena tidak bisa mencium aroma yang seharusnya.

Beberapa orang dengan kasus anosmia bahkan bisa merasakan benda yang diciumnya berbau busuk seperti bau sampah, karet terbakar, atau asap. Ini adalah akibat indera penciuman yang terdistorsi atau dikenal dengan istilah parosmia. Parosmia dapat berlangsung selama beberapa minggu atau lebih lama tetapi biasanya bersifat sementara.

Untuk melakukan latihan penciuman sebagai cara mengatasi anosmia maupun parosmia, Anda bisa saja meminta pendapat langsung dari dokter. Bukan tidak mungkin dokter akan merekomendasikan pengobatan anosmia alami ini dengan pengobatan medis jika diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.