Berbagi Informasi :

Korea Selatan melaporkan jumlah kasus harian Covid-19 tertinggi sejak Januari dengan826 infeksi corona baru pada Kamis (1/7) akibat kemunculan klaster baru dan varian Delta.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan bahwa hampir 81 persen atau 756 kasus baru tersebut ditularkan secara lokal, berasal dari Seoul dan wilayah sekitarnya.

“Lebih dari 80 persen kasus baru datang dari wilayah metropolitan, Seoul, selama tiga hari berturut-turut karena klaster restoran dan lembaga pendidikan swasta,” kata Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Korsel, Jeon Hae-cheol, seperti dikutip¬†Reuters, Jumat (2/7).

“Kami sangat khawatir virus akan menyebar lebih jauh karena ada tanda-tanda jelas peningkatan aktivitas orang-orang di luar dan peningkatan jumlah kasus varian Delta yang sangat menular.”

Pemerintah juga sangat prihatin dengan klaster baru yang terdeteksi di akademi bahasa Inggris di luar ibu kota, dengan setidaknya 242 kasus termasuk varian Delta.

“Kami khawatir wabah dapat meledak jika aturan jaga jarak dilonggarkan karena akan ada lebih banyak kontak orang-ke-orang melalui minum atau paparan di berbagai fasilitas umum,” tutur direktur KDCA, Jeong Eun, pada Kamis (1/7).

Sebelumnya, pemerintah Korsel telah merencanakan untuk melonggarkan aturan pembatasan mulai Juli, lantaran kasus Covid harian hanya sekitar 500. Selain itu, mereka juga sudah mempercepat vaksinasi.

Namun, beberapa hari sebelum aturan pembatasan resmi dilonggarkan, jumlah kasus Covid harian terus meningkat. Untuk menekan laju penularan, pihak berwenang di Seoul dan sekitarnya memperpanjang pembatasan selama seminggu hingga 7 Juli.

Pihak berwenang mendesak warga untuk tetap memakai masker di dalam ruangan dan meminta penduduk untuk menahan diri agar tak datang ke acara yang tidak perlu.

Hingga kini, total kasus Covid-19 di Korea Selatan mencapai 158 ribu kasus, dengan angka kematian 2.021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.