Berbagi Informasi :

Di masa pandemi ini, banyak orang seringkali sulit menentukan beda flu dan COVID-19. Sebab, gejala dari kedua penyakit tersebut cukup sulit dibedakan.

Seperti yang diketahui, virus Corona yang diidentifikasi muncul pada akhir 2019 lalu menyebabkan penyakit pernapasan yang disebut COVID-19. Banyak orang yang terkena COVID-19 mengalami gejala yang sama dengan flu biasa.

Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa dikenali untuk mengetahui beda flu dan COVID-19. Berikut perbedaannya yang dikutip dari Healthline.

Masa inkubasi

Masa inkubasi merupakan jarak waktu antara infeksi awal dan timbulnya gejala. Pada COVID-19, masa inkubasinya berkisar antara 2 sampai 14 hari.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), masa inkubasi COVID-19 rata-rata diperkirakan 4 hingga 5 hari. Selain itu, gejala COVID-19 ini bisa berkembang secara bertahap dari yang lebih ringan hingga berat.

Sementara pada flu, biasanya masa inkubasinya lebih pendek. Rata-rata masa inkubasi flu sekitar 2 hari dan berkisar antara 1 dan 4 hari. Pada penyakit flu, gejalanya seringkali muncul tiba-tiba.

Gejala

Beda flu dan COVID-19 juga bisa dilihat dari gejala yang muncul. Berikut gejala-gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi virus Corona dan flu.

– COVID-19

  • Demam
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Hidung meler atau tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Mual
  • Diare
  • Panas dingin
  • Menggigil
  • Kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa (anosmia)

Beberapa orang dengan COVID-19 juga ada yang tidak mengalami gejala sama sekali (asimtomatik) atau hanya mengalami gejala yang sangat ringan.

– Flu

  • Demam
  • Panas dingin
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Nyeri tubuh
  • Sakit kepala
  • Hidung meler atau tersumbat
  • Sakit tenggorokan

Tetapi, tidak semua orang yang terkena flu akan mengalami demam. Gejala itu biasanya muncul pada orang dewasa yang lebih tua atau mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Selain itu, gejala pencernaan seperti muntah dan diare lebih sering dialami anak-anak yang menderita flu. Meski begitu, gejala-gejala tersebut juga bisa muncul pada orang yang terinfeksi COVID-19.

Selain gejala, masa penularan juga bisa digunakan untuk mengetahui beda flu dan COVID-19. Klik ke halaman selanjutnya.

Tingkat keparahan

Selain itu, beda flu dan COVID-19 juga bisa dilihat dari tingkat keparahan gejalanya. Pada COVID-19, diperkirakan 20 persen kasus terkonfirmasi parah atau kritis. Beberapa pasien mungkin mengalami gejala pernapasan yang memburuk pada minggu kedua, rata-rata setelah delapan hari.

Sementara pada kasus flu, biasanya bisa sembuh dalam waktu sekitar 3 hingga 7 hari. Pada beberapa orang, gejala batuk dan kelelahan bisa bertahan selama 2 minggu atau lebih. Lebih dari 1 persen pasien flu juga ada yang dirawat di rumah sakit.

Masa penularan

Masa penularan penyakit juga bisa menjadi satu hal untuk mengetahui beda flu dan COVID-19. Sampai saat ini, jangka waktu seseorang dengan COVID-19 masih bisa menulari orang lain masih kurang dipahami.

Diyakini orang yang masih bisa menularkan virus adalah mereka yang masih bergejala. Namun, seseorang juga bisa menularkan virus ke orang lain meski tidak bergejala atau asimtomatik.

Berbeda dengan COVID-19, seseorang yang mengalami flu bisa menyebarkan virus satu hari sebelum gejalanya muncul. Mereka bisa terus menyebarkan virus selama 5-7 hari setelah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.