Berbagi Informasi :

Penyakit pernapasan seperti COVID-19 dapat memicu penurunan saturasi oksigen dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan sel dan jaringan di tubuh tidak berfungsi dengan baik, bahkan bisa berisiko fatal jika tak segera ditangani.

Dikutip dari Medical News Today, kekurangan oksigen dalam darah dapat disebut juga sebagai hipoksemia. Seseorang yang saturasi oksigennya rendah dapat diukur menggunakan alat oximeter.

Berikut cara mengetahui saturasi oksigen dalam darah menggunakan oximeter.

  • Saturasi oksigen di dalam darah normal: 95-100 persen
  • Saturasi oksigen di dalam darah rendah: kurang dari 90 persen.

Selain itu, ciri saturasi oksigen rendah juga bisa dilihat dari gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Berikut beberapa di antaranya.

  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Gelisah
  • Pusing
  • Napas cepat
  • Nyeri dada
  • Kebingungan
  • Tekanan darah naik
  • Penglihatan kabur
  • Mengigau
  • Detak jantung cepat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menyarankan setiap pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri untuk memiliki oximeter. Alat ini berguna untuk memantau saturasi oksigen sang pasien.

“Hal lain dalam pedoman yang baru adalah bahwa pasien COVID-19 di rumah harus menggunakan oximeter nadi, yang mengukur kadar oksigen. Sehingga Anda dapat mengidentifikasi apakah di rumah kondisinya memburuk, atau akan lebih baik dirawat di rumah sakit,” kata juru bicara WHO Margaret Harris beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Reuters.

Apa yang harus dilakukan jika saturasi oksigen rendah?

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, jika saturasi oksigen sudah berada di bawah 93 persen, pasien perlu segera mendapat suplementasi oksigen.

“Kalau kurang dari atau sama dengan 93 persen, sebaiknya diberikan suplementasi oksigen. Hanya saja untuk oksigen ini kan cara pemberiannya bervariasi. Ada yang tabung oksigen, ada yang masker, ada yang tekanan tinggi sampai ventilator. Itu sangat tergantung derajat beratnya kekurangan oksigen,” terang dr Agus pada detikcom, Selasa (6/7/2021).

Namun, sebagai penanganan awal, pasien bisa menerapkan posisi proning untuk melancarkan sirkulasi pernapasan. Menurut dr Agus, cara ini dapat memaksimalkan fungsi paru-paru untuk mendapat oksigen tambahan.

Apabila tingkat saturasi oksigen pasien tak kunjung membaik, maka segera cari pertolongan medis di rumah sakit. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui ciri saturasi oksigen rendah agar dapat menentukan langkah apa yang harus dilakukan.

One thought on “Ini Ciri Saturasi Oksigen Rendah, Kondisi yang Kerap Dialami Pasien COVID-19”
  1. Bukalapak mengungkapkan transaksi tabung oksigen dan oximeter di platformnya meningkat dua kali lipat dibandingkan dua minggu lalu. Saat ini kasus COVID-19 semakin meningkat, banyak yang harus menjalani karantina mandiri. Sederet barang berikut ini sebaiknya tersedia di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.