Berbagi Informasi :

Kasus COVID-19 pada anak di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data anak yang meninggal karena COVID-19 mengalami peningkatan selama beberapa pekan terakhir, Bunda.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A (K) FAAP, mengatakan bahwa dalam tiga minggu terakhir, kasus kematian ini meningkat pada anak-anak. Sebagian besar disebabkan karena faktor komorbid atau penyakit penyerta.

Dalam unggahan di Instagram miliknya, Aman Pulungan menjabarkan penyakit komorbid pada anak yang menjadi penyebab kematian karena COVID-19. Di antaranya adalah obesitas dan TBC (Tuberkulosis).

“Kematian anak Karena Covid-19, 3 Minggu terakhir ini sangat meningkat, lebih 100 anak setiap minggu. Data kita, sebagian besar ada komorbid seperti Obesitas, TBC dll,” tulis Aman Pulungan.

“Melihat data-data ini dan pandemi masih akan lama, sebaiknya pastikan anak kita tidak obes. Kita no 2 ranking untuk penderita TBC di dunia. TBC bisa diobati. Jika ada terpapar TBC atau ada gejala, segera diperiksakan dan diobati,” sambungnya.

Menurut data yang dibagikan Aman di Instagram, komorbiditas obesitas ditemukan pada kasus kematian COVID-19 anak sebesar 1,2821 persen. Sementara itu, persentase TBC adalah 5,7692 persen.

Data persentase paling banyak sebagai penyebab kematian COVID-19 pada anak adalah malignancy (17,3077 persen). Di peringkat kedua adalah malnutrisi sebesar 16,6667 persen.

Beberapa komorbid lainnya adalah kelainan genetik, penyakit autoimun, penyakit ginjal kronis, penyakit jantung bawaan, serta cerebral palsy.

Dalam data tersebut, Aman Pulungan menjelaskan bahwa tingginya komorbiditas pada anak di Indonesia ini menjadi penyebab kematian anak karena COVID-19. Selain itu, dia juga menyoroti cakupan layanan kesehatan yang masih terbatas.

“Tingginya komorbiditas pada anak Indonesia serta cakupan layanan kesehatan yang belum menyeluruh dapat menjadi penyebab tingginya angka kematian anak karena COVID-19,” demikian isi paparan di data tersebut.

Sebelumnya, Aman Pulungan juga sempat memberikan penjelasan tentang penyakit penyerta pada anak COVID-19 ini, Bunda. Simak penjelasan lengkap di halaman berikutnya.

Dalam unggahan lain di Instagram miliknya, Aman Pulungan menjelaskan bahwa anak-anak menjadi rentan terpapar COVID-19 karena adanya penyakit penyerta. Salah satunya adalah kekurangan gizi.

“Banyak anak memiliki penyakit penyerta di Indonesia. Tapi sebelum pandemi, mereka tidak ditangani, padahal mereka bisa diobati. Tetapi banyak juga orang tua yang tidak menyadari bahwa anak mereka memiliki penyakit penyerta yang hanya bisa memperburuk keadaan,” ujar Aman Pulungan.

Aman Pulungan juga mengatakan bahwa semua rumah sakit di Indonesia sudah terisi penuh dan banyak ditempati pasien dewasa. Jadi, ketika anak-anak sakit, mereka kesulitan mendapatkan rumah sakit.

“Itu sebabnya, saya terus mengatakan bahwa 10 persen tempat tidur itu harus disediakan untuk anak-anak,” katanya.

Aman Pulungan sangat menganjurkan para orang tua melindungi anak-anaknya yang masih di bawah 12 tahun karena belum bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19. Ia meminta para orang tua untuk menerapkan protokol kesehatan pada anak-anaknya, seperti memakai masker sejak usia dua tahun dan tidak membawa anak keluar rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.