Berbagi Informasi :

Sebagian besar efek samping yang muncul usai vaksinasi COVID-19, mulai dari nyeri hingga demam, dijelaskan sebagai respons wajar dari sistem imun.

Para ahli menyebut efek samping tersebut bisa jadi tanda imun di tubuh mulai bekerja, mengenali elemen asing yang dikenalkan oleh vaksin.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan baru. Bagaimana bila seseorang sama sekali tidak mengalami efek samping? Apakah ini artinya vaksin ‘gagal’ dalam memicu respons imun dan efek perlindungan?

Ahli penyakit infeksi dari Vanderbilt University Medical Center, Profesor William Schaffner, MD, mengatakan tidak bisa begitu saja mengetahui status imunitas hanya dari ada atau tidaknya efek samping usai vaksinasi.

Sebagai contoh, data dari uji klinis vaksin COVID-19 Pfizer menyebut vaksin bisa efektif sampai 90 persen memicu respons imun. Hanya ada sekitar 10 persen relawan yang tidak mendapat respons imun yang diharapkan, sebagian karena memang sudah memiliki masalah sistem imun.

“Tidak ada korelasi langsung antara efek samping vaksinasi dan tingkat perlindungan,” kata Prof William seperti dikutip dari Medical News Today.

Satu cara untuk mengetahui kemungkinan apakah vaksin berhasil memicu respons imun adalah dengan memeriksa kadar antibodi. Hal ini bisa dilakukan di laboratorium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.