Berbagi Informasi :

Vitamin dan mineral memang sangat diperlukan tubuh, terlebih pada saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Mengonsumsi vitamin dan mineral dapat meningkatkan imunitas tubuh guna mencegah terinfeksi Covid-19.

Namun apa dampaknya bagi tubuh jika vitamin dan mineral dikonsumsi secara berlebihan oleh seseorang? Merangkum dari WebMD, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C atau zinc dapat menyebabkan mual, diare, dan kram perut.

Sementara jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi selenium, maka dapat menyebabkan rambut rontok, gangguan pencernaan, kelelahan, dan kerusakan saraf ringan. Meskipun memiliki efek samping yang cukup merugikan, namun kebanyakan orang tidak mengonsumsi vitamin dan mineral dalam dosis tinggi.

Apabila seseorang mengonsumsi sereal saat sarapan, serta mengonsumsi energi bar antara waktu makan, dan mengonsumsi pasta untuk makan malam, maka kondisi tersebut sudah memenuhi jumlah asupan nutrisi harian yang direkomendasikan.

Ilmuwan Peneliti di Kantor Suplemen Diet National Institutes of Health, Johanna Dwyer, RD mengatakan, mengonsumsi makanan yang tidak difortifikasi bisa menjadi pilihan terbaik untuk menghindari kelebihan vitamin dan nutrisi harian.

“Sangat sulit seseorang kelebihan vitamin dan mineral hanya dari makanan saja,” terang Dwyer.

Lebih lanjut, Dwyer mengatakan, banyak masyarakat tidak menyadari bahwa mengonsumsi banyak vitamin dan mineral justru tidak mendatangkan keuntungan nyata. Justru hal tersebut akan membawa kerugian yang nyata bagi kesehatan.

“Jika Anda mengonsumsi suplemen, pertahankan yang tidak lebih dari nilai harian,” ujar lanjut Dwyer.

Nilai harian adalah jumlah vitamin atau nutrisi yang harus dipenuhi seseorang untuk memperoleh kesehatan yang optimal. Terkait dengan hal tersebut, dokter mengatakan bahwa vitamin, mineral, serta dosis yang digunakan juga harus diperhatikan. Oleh sebab itu, peran dokter sangat penting untuk menjaga dosis pada takaran yang aman.

“Jika Anda mengonsumsi multivitamin dasar, tidak perlu takut mengonsumsinya terlalu banyak,” terang Wakil Presiden Senior Urusan Ilmiah dan Regulasi Council for Responsible Nutrition, Andrew Shao, PhD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.