Berbagi Informasi :

Sebagian kecil orang yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi COVID-19. Fenomena ini disebut sebagai breakthrough infection dan menurut ahli risiko kemungkinannya terjadi tidak merata pada semua orang.

Epidemiolog dan ahli penyakit infeksi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Katherine O’Brien, menjelaskan ada kelompok tertentu yang lebih berisiko terinfeksi COVID-19 meski sudah divaksinasi. Mereka adalah orang-orang yang dari awal sudah memiliki masalah imun atau orang tua.

“Ini bukan hal yang umum dan risikonya tidak merata di semua populasi. Ada kelompok tertentu, misalnya punya masalah imun atau umurnya sudah tua, yang lebih berisiko mengalami breakthrough infection,” kata Katherine seperti dikutip dari situs resmi WHO, Sabtu (14/8/2021).

Ahli biokimia dr Robert Darnell dari Rockefeller University menjelaskan orang pada kelompok tersebut memiliki sistem imun yang lemah. Dampaknya vaksin COVID-19 kemungkinan jadi tidak bisa memicu respons antibodi kuat seperti pada kebanyakan orang umumnya.

“Tubuh semua orang merespons vaksin dengan membuat antibodi yang bisa melawan COVID-19… Ada orang yang hanya bisa menghasilkan sedikit antibodi, tapi ada juga yang bisa menghasilkan lebih banyak antibodi. Pada akhirnya ini tergantung individu,” ungkap Robert.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut sekitar tiga per empat kasus breakthrough infection COVID-19 yang berakhir parah dan fatal terjadi pada usia 65 tahun ke atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.