Berbagi Informasi :

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika terinfeksi COVID-19, yaitu kadar oksigen dalam darah atau disebut juga dengan saturasi oksigen. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Corona dapat menyebabkan penurunan tingkat saturasi oksigen secara tiba-tiba.

Untuk itu pasien, terutama yang menjalani isolasi mandiri disarankan memiliki oximeter. Karena saat tingkat saturasi oksigen menurun di bawah batas normal, pasien berisiko mengalami sesak napas, dan bila dibiarkan dalam waktu yang cukup lama kekurangan oksigen bisa menyebabkan kerusakan fungsi organ.

Beberapa waktu lalu, sempat viral tips posisi prone bagi pasien COVID-19. Teknik ini diklaim dapat mengatasi sesak napas dan meningkatkan saturasi oksigen yang nge-drop, terutama ketika tabung oksigen sedang langka di pasaran.

Namun, ternyata proning ternyata bukanlah satu-satunya cara untuk membantu pasien COVID-19 meningkatkan saturasi oksigen. Melansir dari Indonesia baik, berikut 3 jenis latihan pernapasan yang bisa dilakukan.

1. Latihan Pernapasan Diafragma

  • Latihan pernapasan ini menggunakan otot yang terletak di bagian bawah paru-paru atau bagian atas perut. Adapun cara untuk melakukannya:
  • Pasien duduk atau sedikit berbaring di kasur. Posisi kan kepala lebih tinggi dari tubuh
  • Taruh satu telapak tangan di bagian dada, dan satu telapak tangan di bagian perut
  • Tarik napas menggunakan hidung dan alirkan ke arah perut sehingga pada saat menarik napas sehingga bagian perut membesar
  • Buang napas melalui mulut secara perlahan hingga perut mengempis
  • Lakukan selama 5-10 menit

2. Latihan Pernapasan Pengembangan Dada

Latihan ini juga bisa disebut sebagai latihan mobilitas dinding dada. Caranya adalah:

  • Pasien bisa melakukannya sembari duduk
  • Rentangkan tangan ke sisi kanan dan kiri pada saat mengambil nafas menggunakan hidung
  • Tarik tangan ke bagian dalam saat membuang napas secara perlahan

3. Pernapasan Teknik Pursed Lip Breathing

Teknik pernapasan ini dilakukan dengan menarik napas menggunakan hidung, lalu keluarkan perlahan lewat mulut yang mengerut seperti sedang meniup. Berbeda dari 2 latihan sebelumnya, teknik pursed lip breathing ini fokus pada pembuangan napas sehingga memperpanjang proses pengambilan napas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.