Berbagi Informasi :

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memanggil bagi para pakar kesehatan untuk untuk bergabung ke dalam kelompok penasihat baru yang dibentuknya. Hal ini bertujuan untuk menyelidiki kembali asal-usul virus Corona.

Dikutip dari Al Jazeera, badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kelompok ilmiah baru itu akan membantu WHO untuk menyelidiki asal-usul COVID-19. Selain itu, mereka juga akan memberi saran kepada badan tersebut terkait langkah-langkah selanjutnya yang diperlukan.

Para ahli juga akan memberikan panduan tentang isu-isu kritis mengenai potensi munculnya virus lain yang bisa memicu wabah, seperti MERS dan Ebola. Untuk itu, WHO tengah mencari 25 pejabat dengan keahlian yang relevan untuk bergabung dalam kelompok penasihat ilmiah baru pada 10 September mendatang.

Menurut kerangka acuan yang dirilis pada Jumat (20/8/2021) lalu, kelompok ahli baru WHO ini akan terikat oleh aturan kerahasiaan tertentu yang serupa dengan kelompok ahli lainnya. Para anggota tidak diperbolehkan berbicara atas nama WHO atau grup pada pihak ketiga manapun.

Selain itu, para ahli tidak boleh mengutip atau menggunakan dokumen apapun di luar kewenangan grup. Dalam penelitian kali ini, WHO akan memegang kendali penuh atas laporan apapun, termasuk apakah laporan itu bisa dipublikasi atau tidak.

Sebelumnya, tim pakar internasional yang dipimpin WHO mengeluarkan laporan awal yang menyebut ‘sangat tidak mungkin’ virus Corona berasal dari laboratorium. Namun, akhir-akhir ini teori kebocoran laboratorium itu kembali merebak setelah diselidiki para intelijen dari Presiden AS Joe Biden.

Tak hanya itu, para ilmuwan juga percaya bahwa kemungkinan besar virus Corona tersebut melompat dari hewan ke manusia.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun mengakui ‘terlalu dini’ untuk mengesampingkan teori kebocoran laboratorium dan menggambarkan kecelakaan laboratorium sebagai hal umum.

Banyak pakar kesehatan dan ilmuwan menyerukan penyelidikan independen untuk dilakukan di luar WHO. Mereka juga menunjukkan bahwa badan tersebut tidak memiliki wewenang untuk memaksa negara-negara termasuk China untuk bekerja sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.