Berbagi Informasi :

Kala berperang melawan pandemi COVID-19, vaksinasi adalah salah satu langkah yang wajib ditempuh oleh masyarakat, termasuk kelompok ibu hamil dan anak-anak.

Bagi ibu hamil yang hendak divaksin COVID-19, lebih disarankan untuk melakukan vaksinasi pada trimester kedua dan ketiga.

“Biasanya sih kita itu akan lebih berhati-hati dan teman-teman di dokter spesialis kebidanan dan kandungan meminta agar tidak pada trimester awal. Jadi, agak lebih ke trimester yang kedua dan trimester yang ketiga. Itu akan lebih aman dan lebih bermanfaat. Karena kekebalan dan antibodinya itu diharapkan bisa terjaga 3-6 bulan pasca vaksinasi,” jelas Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi.

Terkait merek vaksin manakah yang lebih baik untuk diberikan pada ibu hamil, dokter yang biasa disapa sebagai dr. Koko ini merekomendasikan untuk menerima merek apapun yang tersedia.

“Vaksin yang mana, lagi-lagi vaksin yang tersedia. Tapi, kita tentu akan memantau lebih ketat karena ya memang kondisi ibu hamil, mereka punya jabang bayi di dalam. Jadi ada dua kehidupan yang harus dijaga dalam satu waktu,” jelas dr. Koko.

dr. Koko juga menyarankan ibu hamil untuk berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu, yaitu dari dokter kandungan dan kebidanan, serta dokter spesialis penyakit dalam.

Selain ibu hamil, kelompok lainnya yang tak kalah penting untuk mendapatkan vaksin COVID-19 adalah anak-anak. Saat ini, vaksin Sinovac adalah salah satu merek yang lazim diberikan kepada anak-anak dengan rentang usia 12-18 tahun.

Penelitian mengenai vaksin COVID-19 untuk anak juga sedang gencar dilakukan saat ini. Hal ini tak hanya meliputi pengembangan vaksin agar bisa diberikan pada rentang usia anak-anak yang lebih luas, namun juga metode pemberiannya yang diharapkan bisa membuat anak-anak merasa lebih nyaman.

“Untuk anak, jadi ada vaksin yang akan dikembangkan seperti Moderna dan Pfizer itu agak kencang penelitian untuk pemberian ke anak. Cara pemberiannya pun dicari cara yang less invasive. Yang tidak invasif, sekarang kan rata-rata semua disuntik ya. Nah, di beberapa center itu ada pengembangan vaksin yang diteteskan, jadi diharapkan mereka yang balita itu juga nanti akan lebih nyaman, jadi tidak terasa,” kata dr. Koko.

Meski pemberian vaksin akan bisa dilakukan lewat tetesan, diharapkan efikasi dari vaksin tetap terjaga. Namun, pengembangan ini masih dalam penelitian dan pemantauan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.