Berbagi Informasi :

Kanker paru adalah suatu keganasan akibat tumbuhnya sel yang abnormal dan secara cepat di paru paru. Kanker ini merupakan salah satu jenis keganasan yang sering terjadi di dunia bahkan di Indonesia dan banyak mengakibatkan kematian. Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama beresiko terkena kanker paru.

Kanker paru yang berasal dari kelainan awal di paru disebut kanker paru primer. Sedangkan kanker yang berasal dari organ lain lalu menyebar ke paru-paru disebut kanker paru sekunder. Berdasarkan tipe selnya, kanker paru dibedakan menjadi 2 jenis yaitu kanker paru bukan sel kecil dan kanker paru sel kecil.

Apa Penyebab Kanker Paru?

Rokok adalah penyebab utama dari kanker paru. Lebih dari 70% kasus kanker paru terjadi pada orang yang berkaitan dengan rokok. Rokok mengandung lebih dari 60 zat racun yang berbeda, yang dapat menyebabkan kanker. Zat racun tersebut dikenal sebagai zat karsinogenik. Penggunaan tembakau dalam bentuk apapun juga meningkatkan resiko terjadinya kanker paru. Baik perokok aktif dan pasif memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker paru dibandingan yang tidak terpapar rokok sama sekali.

Paparan terhadap zat polutan lain yang berbahaya seperti arsen, asbes, berilium, arang, silica,dan nikel juga dapat meningkatkan resiko terkena kanker. Umumnya hal ini berkaitan dengan para pekerja industri dan sektor tambang.

Apa Saja Gejala Kanker Paru?

Sebagian besar gejala kanker paru tidak dirasakan oleh penderita pada stadium awal kanker paru. Umumnya gejala akan muncul sesuai dengan tingkat kepaahan penyakit. Beberapa gejala yang harus diketahui, meliputi:

•      Batuk yang tidak hilang dalam 2-3 minggu

•      Batuk darah

•      Ketidaknyamanan atau nyeri pada dada

•      Infeksi paru paru yang berulang

•      Kehilangan berat badan tanpa alasan yang diketahui

•      Merasa sangat lelah

•      Kehilangan selera makan

•      Suara serak

•      Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening dalam dada di daerah paru-paru.

Bagaimana Cara Diagnosis Kanker Paru?

Diagnosis kanker paru-paru dilakukan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan tanya jawab untuk mengetahui gejala apa saja yang dirasakan, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik terutama di daerah dada dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium dan radiologi.

Pemeriksaan laboratorium umumnya dilakukan pemeriksaan darah untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi dan mencari tau kelainan penyerta yang muncul. Pemeriksaan radiologi awal yang dilakukan adalah foto X-ray dada. Apa bila Nampak kelainan pada bagian paru-paru, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan radiologi lain, seperti CT scan, PET-CT scan guna memeriksa kanker paru secara lebih mendetail. Jika sudah dipastikan memiliki kanker paru, prosedur bronkoskopi dan biopsi akan dilakukan agar lebih tau jenis sel kanker yang ada..

Bagaimana Pengobatan Kanker Paru?

Pengobatan kanker paru-paru tergantung dari tipe kankernya dan tingkat keparahan penyakit. Semakin dini terdeteksi, maka angka kesembuhannya akan semakin tinggi.. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan antara lain pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi.

Apa yang Harus Dilakukan Agar Terhindar dari Kanker Paru?

Cara terbaik untuk mencegah kanker paru-paru adalah dengan menghindari rokok dan asapnya.  Berhenti merokok tidak hanya menurunkan resiko terjadinya kanker paru, namun juga menurunkan resiko terkena penyakit lain. Diet rendah lemak, tinggi serat, dan banyak mengonsumsi sayur, buah serta biji-bijian terbukti menurunkan risiko kanker paru dan kanker lainnya. Tidak hanya itu, olahraga secara teratur juga dapat membantu menurunkan risiko kanker paru dan sakit lainnya.

Contributor : Meili Wati

*Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.