Berbagi Informasi :

Tren kasus COVID-19 di India yang belakangan menurun malah memicu rasa kekhawatiran. Pasalnya, penurunan kasus COVID-19 tercatat berbarengan dengan berkurangnya jumlah testing.

Kementerian Kesehatan India khawatir hal ini berdampak pada strategi pengendalian pandemi. Terlebih, banyak negara yang mulai kembali melaporkan gelombang baru COVID-19.

Per Rabu, India mencatat 9.283 kasus baru COVID-19, setelah sebelumnya melaporkan 7.579 kasus, rekor terendah dalam 543 hari terakhir. Namun, catatan testing menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir, kurang dari setengah jumlah testing yang biasa dilakukan.

“Dengan tidak adanya tingkat pengujian yang memadai, sangat sulit untuk menentukan tingkat penyebaran infeksi yang sebenarnya dalam suatu geografi,” kata Menteri Kesehatan Rajesh Bhushan dalam sebuah surat yang dikirim ke negara bagian Nagaland di timur laut, yang telah mengurangi jumlah testing lebih banyak dari sepertiga dalam dua bulan.

“Dengan sebagian besar negara melihat beberapa lonjakan kasus COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir dan beberapa negara maju menghadapi gelombang keempat dan kelima meskipun tingkat vaksinasi COVID-19 tinggi, ada kebutuhan untuk terus waspada mengingat sifat penyakit yang tidak dapat diprediksi dan menular,” sambungnya.

Dikutip daru Reuters, India sejauh ini telah melaporkan 34,5 juta infeksi. Sementara, Amerika Serikat memiliki satu-satunya jumlah total kasus yang lebih tinggi. Kematian di India naik 437 pada hari Rabu menjadi 466.584.

Petugas kesehatan telah memulai vaksinasi ‘door to door’ di India karena puluhan juta warganya belum menerima vaksinasi dosis kedua, padahal sudah di tanggal jatuh tempo. India sejauh ini telah memberikan 1,18 miliar dosis vaksin, setidaknya 82 persen populasi dari 944 juta orang dewasa sudah menerima vaksin pertama dan 44 persen di antaranya menerima vaksinasi dosis kedua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.