Berbagi Informasi :

Seiring gelombang COVID-19 yang kini menerpa negara-negara Eropa, Otoritas Kesehatan Belanda menyebut terdapat lusinan pelaku perjalanan dari Afrika Selatan yang berpotensi terinfeksi virus Corona varian Omicron yang baru-baru ini ditemukan.

Tercatat sekitar 600 penumpang tiba di Bandara Schiphol Amsterdam, Jumat (26/11/2021). Sempat terjadi penundaan selama berjam-jam, khawatir para pendatang tersebut membawa varian Omicron. Berdasarkan pengujian awal, diperkirakan terdapat 85 kasus positif di antara penumpang tersebut.

“Wisatawan dengan hasil tes positif akan ditempatkan di hotel dekat Schiphol,” terang Otoritas Kesehatan Belanda dalam pernyataan tertulis, dikutip dari Reuters, Sabtu (27/11/2021).

“Dari hasil tes positif, kami meneliti secepat mungkin apakah infeksi tersebut disebabkan varian baru yang kini menjadi perhatian. Sekarang varian tersebut bernama Omicron,” sambungnya.

Pemerintah Belanda resmi melarang semua perjalanan dari Afrika Selatan per Jumat (26/11/2021) pagi. Menteri Kesehatan Belanda, Hugo de Jonge, menyebut penumpang yang sudah terlanjur melakukan perjalanan ke Belanda harus menjalani pengujian dan karantina setelah kedatangan. Penumpang dari Cape Town dan Johannesburg sempat harus menunggu selama berjam-jam pasca pesawat melandas.

Varian Omicron sudah masuk Belanda?

Juru bicara Otoritas Kesehatan di Kennemerland yang mengawasi Schipol menyebut kasus-kasus positif yang sudah ditemukan kini tenga dianalisis pleh pihak rumah sakit medis akademik Belanda. Tujuannya, menentukan apakah infeksi tersebut disebabkan oleh varian Corona baru.

Di samping itu, pemerintah Belanda pada Jumat (26/11/2021) juga mengumumkan penutupan bar, restoran, dan sebagian besar toko pada malam hari demi mengantisipasi gelombang COVID-19 besar-besaran yang kini tengah melanda negara-negara Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.