Berbagi Informasi :

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran.

Acara peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Wisata Kebugaran hasil kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Kesehatan bertempat di Bali Room, Lobby Level, Ganesha Wing, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Peluncuran ini merupakan implementasi dari penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara 2 kementerian yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 lalu.

“Kegiatan peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan kerja sama Kemenparekraf dan Kemenkes dalam mengembangkan wisata kesehatan. Semoga buku katalog ini dapat ter-deliver dengan baik dan inovasi Health Tourism ini dapat jadi manfaat bagi kita semuanya,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenkes, Drg Oscar Promadi di lokasi acara.

Sementara itu, Menparekraf Wishnutama Kusubandio menyebut buku katalog ini bisa jadi panduan bagi stakeholders, terutama di bidang pariwisata dalam mengembangkan wisata kesehatan. Buku ini bisa juga jadi referensi bagi wisatawan yang ingin berwisata kesehatan di Indonesia.

“Tren pariwisata ke depan memang bermacam-macam. Tujuan orang traveling saat ini berbagai macam ragam, dan salah satunya menjadi daya tarik ke depan adalah wisata kebugaran. Tentunya rencana seperti ini harus betul-betul kita kembangkan,” ungkap Wishnutama.

Menteri Kesehatan Letjen dr. Terawan Agus Putranto menambahkan, sebenarnya ada banyak potensi wisata kesehatan yang bisa dikembangkan di Indonesia. Tidak hanya industri obat dan alat kesehatan yang harus dikembangkan, tapi juga wisata kesehatan.

“Peluang besar industri wisata kesehatan yang belum tergarap di Indonesia dapat dilakukan dengan memperluas penetrasi usaha dalam mengembangkan potensi wisata kesehatan. Harus membuat inovasi-inovasi yang lebih hebat dari tempat lain,” pungkas dr Terawan.

Menurut dr Terawan, ada 4 kluster wisata medis yang akan dikembangkan di Indonesia, antara lain wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan dan wisata ilmiah kesehatan.

Sementara itu untuk destinasi wisata kesehatan dan kebugarannya, ada 5 destinasi yang dihighlight yaitu Semarang, Yogyakarta, Solo, Bali, dan Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.