Berbagi Informasi :

WONOGIRI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri menerjunkan tim untuk mengambil sampel air sumur warga yang diduga tercemar limbah dari pipa milik PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo.

Sampel air itu akan diuji untuk mengetahui polutan apa yang mencemari sehingga berbau. Sumur-sumur yang diambil sampel airnya terutama yang dekat dengan Sungai Bengawan Solo wilayah Selogiri.

Seperti diketahui, wilayah Nambangan berbatasan langsung dengan Kecamatan Nguter, Sukoharjo, di mana PT RUM berada. Kedua wilayah dipisahkan Sungai Bengawan Solo. PT RUM menanam pipa di dasar sungai tersebut untuk membuang limbah.

Dinkes mengimbau masyarakat yang air sumurnya berbau agar tidak menggunakan air itu untuk konsumsi maupun kebutuhan lainnya. Kepala Dinkes Wonogiri, Adhi Dharma, mengatakan tim dari Dinkes dan Puskesmas Selogiri turun ke lokasi pada Kamis (28/11/2019) pagi.

Dalam tim itu ada pula personel Dinas Lingkungan Hidup dan Kecamatan Selogiri. Tim memeriksa sekaligus mengambil sampel air baik di sumur terdampak maupun sumur-sumur lain di sekitarnya.

Sampel itu akan diuji laboratorium untuk mengetahui material polutan dan tingkat pencemarannya. “Kami juga mengidentifikasi faktor cemaran lainnya yang ada di sekitar sumur,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Ia belum bisa memastikan kapan hasil uji sampel air itu keluar. Ia dan tim masih memverifikasi dan menguji material cemaran di lapangan. Pengujian itu juga membandingkan sampel air dari tepi Sungai Bengawan Solo yang terdekat dengan sumur yang terpapar.

“Kami belum bisa menyampaikan karena belum tahu persis jenis cemaran dan seberapa parah tingkat pencemarannya. Saya masih menunggu hasilnya,” urai dia.

Dinkes mengimbau masyarakat di lingkungan terdampak agar tidak menggunakan air sumur untuk konsumsi dan kebutuhan lainnya. Untuk yang airnya bau, sebaiknya diminimalkan dulu pemakaiannya dengan cara ditutup sampai dipastikan penyebab dan jenis polutan melalui pemeriksaan kualitas air.

“Sumber air yang terdampak sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi ataupun lainnya,” imbau Adhi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri, Wahyu Widayat, mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinkes soal pemeriksaan air sumur yang tercemar di Ngepos. Saat ini, ia masih menunggu hasil pengujian untuk menentukan apa langkah selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Ngepos, Nambangan, Selogiri, enggan mengonsumsi air sumur mereka karena berbau. Warga menduga bau itu akibat air sumur tercemar limbah dari PT RUM Sukoharjo.

Di sisi lain, manajemen PT RUM Sukoharjo membantah limbahnya mencemari sumur warga Selogiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.