Berbagi Informasi :

Virus corona menyebar di 65 negara di dunia, menembus batas-batas politik, ekonomi, dan kelas sosial. Mulai dari turis, dokter dan perawat, hingga pejabat negara tidak terlepas dari risiko penularan virus ini.

Dengan penyebaran virus yang dianggap bisa terjadi melalui kontak fisik, kebiasaan-kebiasaan sosial yang umum pun terpaksa harus dihindari demi mencegah penyebaran virus yang lebih luas. Di seluruh dunia, masyarakat terpaksa mengubah kebiasaan mereka di tempat kerja, di sekolah, hingga di tempat-tempat ibadah.

Seperti dilansir AFP, berikut ini negara-negara yang harus mengabaikan tradisi persahabatan mereka demi kesehatan.

China

Pemerintah China mengambil langkah-langkah drastis demi membatasi penyebaran virus Corona. Setelah penutupan kota dan pembatasan aktivitas publik, melalui pengeras suara China menghimbau agar para penduduknya untuk tidak berjabat tangan. Alih-alih, mereka sebaiknya melakukan gestur gong shou. Untuk pria, tangan kanan setengah mengepal, dan kemudian tangan kiri memegang tangan kanan di depan dada, dan sisi sebaliknya untuk wanita.

Prancis

Masyarakat Prancis terkenal dengan sapaan yang diikuti dengan cipika-cipiki di forum informal, meski baru saling mengenal. Menurut ahli etiket Philippe Lichfus, berjabat merupakan budaya yang relatif baru, yang dimulai sejak abad pertengahan. Kini, menurutnya, menatap mata seseorang ketika baru berjumpa sucah cukup.

Brasil

Rekomendasi menteri kesehatan Brasil, Luiz Henrique Mandetta, adalah agar para warganya menikmati Chimarrao, sejenis minuman teh tradisional, dengan cara berbeda. Biasanya, beberapa orang membagi satu sedotan metal untuk menikmatinya. Kini, mereka sebaiknya menghindari kebiasaan ini. Selain itu, ciuman yang lazim dilakukan setelah saling menyapa juga sangat disarankan untuk dihindari.

Jerman

Untuk membatasi penyebaran virus corona, para dokter menyarankan untuk mencuci tangan dan mengurangi kedekatan fisik. Berjabat tangan juga harus dihindari. Kanselir Angela Merkel mengumumkan pada sebuah acara di Stralsund pada hari Sabtu. “Saya tidak berjabatan tangan dengan siapa pun malam ini”.

Di hari Senin, saat Angela Merkel akan memimpin rapat dan mendekati Menteri Dalam Negeri Host Seehofer, ia menjulurkan tangan untuk berjabat tangan. Sang Menteri hanya mengankat tangan kanannya. Keduanya lantas tertawa.

“Tidak ada jabat tangan. Anda benar”, ujar¬†Merkel seperti dilansir Der Spiegel.

Spanyol

Di Spanyol ada sebuah tradisi penting yang terimbas oleh penyebaran virus Corona: mencium patung Virgin Mary satu minggu menjelang Paskah, yang akan jatuh pada tanggal 12 April 2020. Biasanya, dalam waktu satu minggu itu para pengunjung biasanya mencium tangan atau kaki patung Mary dan beberapa santo yang dipercaya akan memberi perlindungan. Dengan hanya tersisa satu bulan lagi, menurut pejabat departemen kesehatan Fernando Simon, ritual ini kemungkinan akan dilarang.

Rumania

Di Rumania ada sebuah festival yang menandai musim semi, yakni festival Martisor. Festival ini dirayakan dengan pemberian seikat bunga dan disertai ciuman. Deputi Menteri Kesehatan Nelu Tataru menghimbau para warganya untuk tetap memberikan bunga, namun tanpa ciuman.

Polandia

Dalam acara komuni gereja, lazim bagi para jemaat di Polandia untuk menerima roti langsung dengan mulut. Sebagai salah satu negara Katolik terbesar di Eropa, Polandia akhirnya mengubah kebiasaan ini dengan menerima roti komuni dengan tangan, atau melakukan komuni spiritual, yang tidak melibatkan roti sama sekali. Selain itu, mereka juga diminta untuk tidak mencelupkan tangan ke air suci ketika masuk atau keluar gereja dan hanya membuat tanda salib.

Iran

‘Jabat kaki’ adalah sebuah praktik baru yang muncul di Iran, negara dengan kasus infeksi virus Corona dengan kasus meninggal mencapai 66 orang. Sebagai gestur yang unik dan baru, tentu saja praktik ini menjadi viral di dunia maya. ‘Jabat kaki’ ini juga dilakukan oleh dua selebriti Lebanon, Ragheb Alama dan Michel Abou Sleiman, seraya melakukan air kissing.

Selandia Baru

Tradisi penyambutan suku Maori yakni hongi, dimana dua orang yang bertemu saling menempelkan hidung mereka, untuk sementara tidak dilakukan oleh beberapa institusi pendidikan untuk menyambut murid-murid baru. Penggantinya, mereka mendendangkan waiata, lagu selamat datang suku Maori, seperti yang dilakukan oleh Politeknik WelTec di Wellington.

Australia

Seperti di Jerman, pemerintah Australia melalui Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard juga menghimbau warganya untuk tidak berjabat tangan, dan melakukan ciuman dengan hati-hati.

“Mengulurkan tangan untuk berjabat tangan adalah budaya Australia. Saya ingin menghimbau kepada masyarakat, saat ini para warga Australia agar saling menepuk punggung. Jangan berjabat tangan dulu untuk sementara”, ujar Menteri Kesehatan New South Wales, Brad Hazzard.

“Beberapa hal lain yang bisa dilakukan, saya tidak akan melarang anda berciuman, tetapi tentu saja Anda bisa berhati-hati dengan memilah-milah siapa saja yang hendak Anda cium”, tambahnya.  

Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab menyarankan para warganya untuk menghentikan sapaan tradisional dengan saling menempelkan hidung, berjabat tangan, atau ciuman, cukup dengan melambaikan tangan.

Amerika Serikat

ESPN melaporkan bahwa liga bola basket NBA telah mengeluarkan rekomendasi kepada para pemain yang berinteraksi dengan para penggemar untuk tidak menerima bola atau kaos untuk ditandatangani. Selain itu, alih-alih high-five, mereka sebaiknya melakukan fist bump, atau saling menempelkan kepalan tangan.

C.J. McCollum, yang merupakan bintang NBA dari Portland, juga tidak lagi memberikan tanda tangan.

“Pastikan kalian semua mencuci tangan kalian selama 20 detik atau lebih dan menutupi mulut kalian saat batuk”, tambahnya melalui ciutan Twitter. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.