Berbagi Informasi :

Surakarta – Sejak tanggal 31 Desember 2019, telah dilaporkan adanya kasus-kasus pneumonia berat yang diakibatkan virus baru golongan Coronavirus (Novel Coronavirus/ Covid-19) yang sebagian kasus Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok. Virus Corona atau COVID-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia. Diketahui virus ini disebarkan oleh hewan dan mampu menjangkit dari satu spesies ke spesies lainnya, termasuk manusia.

Kasus positif virus Corona (Covid-19) di Jawa Tengah hari ini bertambah. Dilansir dari https://corona.jatengprov.go.id/ tercatat kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 19. Sebanyak 4 orang diantaranya meninggal dunia berada 3 di RS Dr Moewardi Surakarta dan 1 di RS Dr Kariadi Semarang. Dengan bertambahnya kasus penderita yang positif corona virus, kini tinggal 15 pasien yang menjalani observasi di berbagai rumah sakit.

Upaya kewaspadaan dini telah dilaksanakan oleh para bidan di BPM Sri Lumintu Surakarta dalam bentuk :

  1. Bidan memakai masker sebagai antisipasi kemungkinan terpapar corona virus (Covid-19)
  2. Mengecek suhu tubuh pasien saat dating berobat
  3. Melakukan anamnesa terhadap pasien tentang keluhan sakitnya, terutama jika mengeluh demam, batuk, dan kesulitan bernafas. 
  4. Segera cuci tangan dan memakai handsanitizer setelah bersentuhan dengan pasien dan benda-benda sekitar.
  5. Memberikan edukasi kepada pasien yang berobat terkait corona virus melalui leaflet dan media social.

Bidan memberikan edukasi kepada pasien yang berobat atau masyarakat terdekat guna meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penularan corona virus, diantaranya :

  1. Menganjurkan pasien/ masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak nafas dan baru kembali dari daerah tertentu atau negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit agar segera berobat ke Puskesmas/ RS terdekat agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  2. Menganjurkan pasien untuk menerapkan etika batuk (menutup mulut/hidung saat bersin atau batuk dengan menggunakan tissue).
  3. Menganjurkan pasien menggunakan masker jika menderita sakit dengan gejala infeksi saluran napas (demam, batuk dan flu) dan segera berobat.
  4. Sering mencuci tangan terutama setelah batuk atau bersin, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah merawat binatang.
  5. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta bilas kurang lebih 20 detik. Jika tidak tersedia air dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol 70-80%.
  6. Jika sedang sakit kurangi aktifitas di luar rumah dan batasi kontak dengan orang lain.

Jadi Virus Covid-19 merupakan bentukan virus baru dari Corona yg sebelumnya terbentuk virus Sars dan Mers. Covid-19 tertular karena interaksi dengan manusia yg memiliki gejala seperti batuk pilek, demam,  dan yg lebih parah jika terjadi sesak nafas atau saluran pernafasan terganggu. Langkah efektif pencegahan yang utama adalah dengan social distancing, artinya menjauhi diri dari kerumunan. Bisa dengan tetap tinggal di rumah, bekerja di rumah, dan kemudian menjaga jarak  dengan orang lain. Tadi dikatakan penyebarannya lewat droplet, bisa berjarak antara 1,5 meter. Jadi kalau harus berinteraksi, jagalah jarak yang aman.Yang kedua, kalau misalnya sudah pernah kontak dengan penderita, meskipun bergejala atau punya gejala flu, Seharusnya kita mengisolasikan diri di rumah. Ini bukan hanya untuk kepentingan kita, 

tetapi untuk kepentingan keluarga kita, tetangga kita dan lingkungan sekitar. Karena kalau kemudian ternyata kita terinfeksi dengan  virus tersebut maka kita bisa menyebabkan penularan ditempat lain atau manusia disekitar kita.

Selalu menjaga imunitas tubuh dengan cara olah raga, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi,  serta konsumsi suplemen vitamin untuk menambah daya tahan tubuh,  dan yang penting juga bisa kelola stress dengan baik agar imunitas tetap terjaga.

Pandemi Global

Virus yang perlu perhatian khusus untuk kalangan manusia. Kesombongan dan kecerobohan hanya akan berdampak mematikan karena kita semua rentan dihadapkan virus yang tidak kelihatan, oleh karenanya tak ada lagi tempat egoisme yang dirasa kritis dan ingin menang sendiri, sebab niscaya itu akan mempertebal krisis.

Jarak fisik memang harus terus direnggangkan dan jalinan sosialah yang justru harus dikuatkan. Solidaritas kini tak hanya bermakna bagi sesama, tapi juga penting bagi masing masing kita sembari terus menuntut negara untuk optimal bekerja. Jadi, inilah saatnya memperkuat solidaritas warga.

*Koresponden : 1) Henik Melani, 2) Fai’zah Nur Hidayati, 3) Martina Octadyva

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.