Berbagi Informasi :

Rumah sakit, bukan peternakan penyakit, itu mungkin kalimat tepat sebagai penyemangat kami, Instalasi Penyehatan Lingkungan, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (IPL-K3) RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Tidak berlebihan tentu semangat ini, karena di rumah sakit jika salah urus justru bisa menjadi TPA-nya penyakit, terminalnya penyakit, mall-nya penyakit dan pasarnya penyakit.

Seperti kita ketahui pemerintah memberikan standart tinggi untuk setiap segmen, bagian dan tahapan di rumah sakit, dan kamilah IPL-K3RS sebagai salah satu penjaga gawangnya.

Maka, tidaklah heran jika kami tidak terlalu kaget dengan kehadiran Covid-19. Makin sibuk iya, kekurangan tenaga dan waktu iya. Semua ini lebih karena karakter penularan covid-19 yang begitu mudah dan cepat. Itu adalah tantangan yang harus kami atasi.

Dari karakter Covid-19, maka memaksa IPL-K3 RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan, harus melayani permainannya.

Dari, memantau ketersediaan handsanitizer di setiap titik strategis, kedisiplinan pemakaian APD, kedisiplinan pengunjung maupun penjaga pasien. Dan, yang paling utama adalah menjaga kunjungan Covid-19 apapun bentuknya dan bagaimanapun caranya. Mungkin akhir-akhir ini pengunjung dan bahkan karyawan rumah sakit sendiri kurang nyaman, karena ketatnya standard kedisiplinan yang diterapkan di RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan. Termasuk didalamnya berbagai upaya kami dalam pencegahan penularan covid-19. Mungkin yang paling membuat tidak.nyaman adalah upaya disinfeksi yang kami lakukan di seluruh lingkungan rumah sakit.

IPL-K3 RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan meski belum mampu melakukan disinfeksi lingkungan setiap hari, karena keterbatasan tenaga dan alat, minimal 3 hari sekali semua ruangan, doorlop, peralatan, dan fasilitas rumah sakit lainnya disterilisasi. Khusus untuk ruang tertentu dan alat tertentu disinfeksi ruangan dilaksanakan setiap setelah digunakan oleh pasien seperti pasien dengan penularan melalui airborne, pasien dengan penyakit khusus, Orang Dalam Pengawasan (ODP), apalagi Pasien Dengan Pengawasan (PDP). Makanya jangan heran, misalkan peralatan dan Ruang Radiologi harus jeda kurang lebih 2 jam, setelah digunakan oleh pasien ODP/PDP covid-19. Kenapa? karena disinfeksi ruangan mulai dari persiapan, pembersihan permukaan, pelaksanaan, dan selesai membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam.

Selebihnya, secara reguler IPL-K3 RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan melakukan disinfeksi lingkungan/ secara menyeluruh setiap 3 hari sekali. Melibatkan semua petugas IPL-K3RS. Membutuhkan waktu total hampir 5 jam, dan hampir seratus liter cairan disinfektan.

Untuk dalam ruangan sterilisasi dilakukan dengan sistem drymist atau pengkabutan kering. Agar tak menimbulkan korosif dan ukuran partikelnya yang kecil-kecil sehingga mampu menembus sela-sela sempit.

Sementara di luar ruangan menggunakan sistem spraying atau penyemprotan. Penyemprotan dilakukan secara teliti agar tidak ada bagian-bagian yang terlewatkan.

Bagian yang paling banyak harus diperhatikan adalah ruang tunggu loket pendaftaran, ruang tunggu poli spesialis (rawat jalan), ruang tunggu pengambilan obat, mobil ambulance, semua selasar dan doorlop ruangan bahkan sampai tempat parkir.

Adapun bahan utama disinfektan yang digunakan adalah H2O2. Bahan ini dipilih karena lebih ramah lingkungan dan tidak korosif. Meskipun harganya lebih mahal dibandingkan bahan disinfektan lainnya.

*Koresponden : 1) EKO HARI PRASETIO, 2) LAKSMI WISNU WARDANI, 3) AGNI NUR AENI       

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.