Berbagi Informasi :

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalokasikan dana Rp169,7 triliun untuk sektor kesehatan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Dana itu salah satunya akan digunakan untuk pengadaan vaksin virus corona.

“Anggaran kesehatan direncanakan sebesar Rp169,7 triliun atau setara 6,2 persen terhadap APBN,” ucap Jokowi dalam video conference, Jumat (14/8).

Pemerintah saat ini sedang melakukan uji klinis vaksin virus corona. Uji klinis salah satunya dilakukan melalui PT Bio Farma (Persero) kepada masyarakat di Bandung Raya.

Bio Farma sendiri bekerja sama dengan berbagai lembaga dan perusahaan dalam pengembangan vaksin tersebut. Perusahaan pelat merah itu menggandeng perusahaan asal China dan Gates Foundation.

Selain itu, proses pengembangan vaksin juga sedang dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Vaksin itu bertajuk merah putih atau buatan dalam negeri.

Kemudian, PT Kalbe Farma Tbk juga ikut mengembangkan vaksin virus corona. Perusahaan bekerja sama dengan perusahaan Korea Selatan.

Lebih lanjut Jokowi menjelaskan anggaran kesehatan juga akan digunakan untuk peningkatan dan pemerataan dari sisi rantai pasok (supply), meningkatkan nutrisi ibu hamil dan menyusui, balita, penanganan penyakit menular, dan akselerasi penurunan stunting.

“Kemudian perbaikan efektivitas dan keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional serta penguatan pencegahan, deteksi, dan respons penyakit, serta sistem kesehatan terintegrasi,” pungkas Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.