Berbagi Informasi :

Kepala Pusatlitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Dr. dr. Vivi Setiawaty mengungkapkan hingga 23 April 2021, hanya satu varian of concern corona yang ditemukan di Indonesia, yakni varian B.1.1.7 Inggris.

“Hingga 23 April dari 3 varian of concern yang ditetapkan WHO, hanya satu yang ditemukan di Indonesia yakni B.1.1.7,” kata Vivi Setiawaty.

“Kami sudah menemukan 10 kasus dan 4 kasus pertama itu travelers (Arab Saudi dan Ghana) dan selebihnya dari Sumatera Utara 2 kasus, Kalimantan Selatan 1 kasus, Sumatera Selatan 1 kasus, dan Jawa Barat 2 kasus. Jadi totalnya 10,” sebut Vivi.

Sementara itu, dua varian of concern lainnya yang ditetapkan WHO yakni B.1.351 Afrika Selatan dan B.1.1.28.1 Brasil atau Jepang belum ditemukan di Indonesia hingga Jumat (23/1).

Kendati demikian, ada satu jenis varian of interests yang ditemukan di Indonesia pada awal 2021, yakni B.1.525 yang pertama kali dideteksi di Inggris dan Nigeria.

Vivi mengatakan varian itu menjangkit Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia. Pekerja tersebut masuk Indonesia pada 20 Januari 2021 melalui KKP Tanjung Pinang Batam.

Hal itu disampaikan dalam webinar bertajuk Whole Genome Sequencing Surveilance pada Sabtu (24/4). Dalam acara itu turut hadir dr. Yanri Wijayanti Subronto yang mengatakan prosedur pencegahan terhadap mutasi baru Covid-19 masih sama seperti sebelumnya.

“Pencegahan itu disesuaikan dengan cara penularan. Seperti ini kan diketahui penularannya melalui droplets, jadi tidak ada cara selain penggunaan masker masker dan masker. Kemudian jaga jarak, terutama saat berbicara dengan orang lain,” kata dr. Yanri.

“Prinsip ini yang kita pegang, pencegahannya disesuaikan dengan penularannya,” katanya

Masyarakat yang telah divaksin juga ditegaskan harus tetap menjaga protokol kesehatan. Para ahli mengingatkan lonjakan kasus di India yang terjadi beberapa waktu terakhir disebabkan pelonggaran protokol kesehatan, seperti kampanye dan penyelenggaraan acara keagamaan.

Di saat masyarakat menaati protokol kesehatan, pemerintah disebut meredam penyebaran virus mutasi baru dengan melarang warga India atau warga negara asing (WNA) yang sempat singgah di India, masuk ke Indonesia mulai 25 April 2021. Walaupun 127 warga India telah masuk Indonesia beberapa waktu lalu dan 12 di antaranya positif terpapar virus corona.

Terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa penyebaran mutasi baru Covid-19 itu saat ini masih terkendali. Budi mengatakan pihaknya masih terus berupaya memastikan tak ada lagi varian baru Covid-19 masuk ke Indonesia.

Ia mengaku khawatir sebab saat ini Indonesia masih kedatangan warga yang baru kembali dari luar negeri. Menurut dia, mereka menjadi kelompok warga paling berpotensi membawa virus tersebut ke Indonesia.

Oleh sebab itu, Budi mengimbau agar warga yang baru tiba dari luar negeri, terutama dari India, agar lebih dulu menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, termasuk menjalani dua kali tes PCR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.