Berbagi Informasi :

Saat seseorang terinfeksi virus Corona, tanda-tanda COVID-19 bisa muncul sejak hari pertama. Umumnya, tanda atau gejala yang muncul di antaranya batuk, demam, hingga sesak napas.

Namun, seringkali orang tidak sadar jika sedang terinfeksi COVID-19. Namun, sebenarnya tanda-tanda COVID-19 yang muncul masih bisa dikenali, sehingga bisa ditangani dengan tepat.

“Kebanyakan orang yang mengidap virus Corona memiliki kasus infeksi yang tidak rumit, dan itu bisa dibedakan dari flu biasa atau flu karena COVID-19,” kata pakar penyakit menular sekaligus peneliti senior di John Hopkins Center for Health Security Dr Amesh A Adalja, MD.

Untuk mengetahuinya, para ahli mengungkapkan tanda-tanda COVID-19 yang bisa menjadi petunjuk saat seseorang terinfeksi virus Corona. Apa saja?

1. Mengidap flu berat

Tanda-tanda COVID-19 yang sering muncul pada pasien Corona adalah flu parah. Tetapi, gejala flu karena COVID-19 seringkali sulit dibedakan dengan flu biasa.

Namun, flu biasanya tidak menyebabkan sesak napas, sakit kepala yang parah, gejala gastrointestinal atau tanda-tanda COVID-19 yang biasa muncul, seperti:

  • Demam atau kedinginan
  • Batuk
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Kelelahan
  • Nyeri otot atau tubuh
  • Sakit kepala
  • Gangguan pada indra perasa dan penciuman
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau meler
  • Mual atau muntah
  • Diare

2. Mengalami gangguan indra penciuman dan perasa

Tanda-tanda COVID-19 yang sering tidak disadari selanjutnya adalah kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa. Gejala ini cukup umum dialami pasien COVID-19, tetapi tidak semua orang mengalaminya.

“Hilangnya bau dan rasa menjadi ciri utama COVID-19. Meskipun gejala ini tidak terjadi pada semua orang,” kata Dr Adalja.

Namun, kehilangan indra penciuman dan pernapasan juga bisa dialami saat seseorang pilek, flu, infeksi sinus, atau alergi. Tetapi, ini juga bisa dialami sebagian pasien COVID-19 selama berbulan-bulan pasca pulih dari infeksi.

3. Sesekali merasa sesak

Jika terkadang merasa sesak, bisa jadi itu salah satu tanda-tanda COVID-19 yang tidak disadari. Meski belum jelas berapa lama, tetapi itu bisa terjadi karena adanya peradangan di paru-paru.

“Ini adalah salah satu efek yang diketahui pada orang yang didiagnosis dengan COVID-19,” ungkap Dr William Schaffner, MD, spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School Kedokteran.

“Kalau sudah begini, mungkin penyakit yang Anda alami sebelumnya sebenarnya adalah COVID-19. Jika Anda mengalami sesak napas, hubungi dokter perawatan primer Anda untuk mendapatkan panduan atau minta rujukan ke ahli paru. Mereka sering dapat meresepkan obat dan perawatan, seperti inhaler, yang dapat membantu,” lanjutnya.

4. Batuk yang yang berkepanjangan

Tanda-tanda COVID-19 yang sering tidak disadari lainnya adalah batuk kering yang berkepanjangan, tanpa dahak ataupun lendir.

“Batuknya kering, artinya tidak ada yang keluar, seperti dahak atau lendir,” jelas dr Adalja.

Berdasarkan data CDC, sebanyak 43 persen orang yang mengidap COVID-19 masih mengalami batuk. Gejala ini bisa berlangsung selama 14-21 hari setelah positif COVID-19.

5. Merasa sangat lelah

Jika sering merasa sangat lelah, bisa jadi itu termasuk tanda-tanda COVID-19 yang tidak disadari. Menurut studi JAMA, kelelahan ini termasuk salah satu efek jangka panjang usai seseorang terinfeksi Corona.

Studi itu menunjukkan bahwa sebanyak 53 persen pasien mengalami kelelahan sekitar 60 hari. Ini terjadi setelah mereka pertama kali menunjukkan tanda-tanda COVID-19.

“Kami melihat beberapa orang yang memiliki penyakit ringan yang mengalami kelelahan selama beberapa waktu,” kata Dr Adalja.

6. Mengalami gejala yang tak kunjung sembuh

Para ahli mengatakan saat terinfeksi Corona, biasanya tanda-tanda COVID-19 atau gejalanya tidak kunjung sembuh. Berdasarkan penelitian tersebut, efek virus Corona biasanya bisa bertahan lama.

“Penelitian tentang efek virus yang bertahan lama sedang berlangsung, dan saat ini sulit bagi dokter untuk mengatakan bahwa memiliki gejala tertentu dapat berarti Anda mengalami infeksi COVID-19, sementara yang lain tidak,” kata Dr Adalja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.