Berbagi Informasi :

Perusahaan manufaktur dan teknologi asal Amerika Serikat, 3M Company, meluncurkan produk terbaru Respirator KF94 sekali pakai, yaitu 3M™ Respirator KF94 yang dirancang agar rapat dengan wajah (fit to face), menutupi area hidung dan mulut sehingga memungkinkan udara masuk dan keluar melalui filter.

3M™ Respirator KF94 merupakan produk yang dibuat di Singapura dan Korea yang merupakan bagian dari pengembangan penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi produk 3M selama pandemi COVID-19. Dimana produk 3M dapat membantu melindungi masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

3M™ Respirator KF94 terbuat dari bahan 3M™ Advanced Electrostatic, yaitu filter yang dapat menyaring debu dan partikel lainnya, sekaligus memudahkan pernapasan. Filter tersebut menyaring setidaknya 94% partikulat di udara seperti percikan batuk dan pilek, PM 2.5 dan asap, bila digunakan sesuai petunjuk.

Penutup wajah biasa dan masker bedah seringkali longgar, memberi ruang atau celah antara masker dan wajah. Berbeda dengan 3M™ Respirator KF94 yang rapat dipakai dan tetap nyaman untuk bernapas.

“Sebagai pemimpin global dalam perlindungan pernapasan, kami menciptakan respirator ini untuk dipakai siapa pun dan di mana pun mereka membutuhkan perlindungan pernapasan dalam kehidupan sehari-hari mereka,” kata Presiden Divisi Kesehatan dan Keselamatan Konsumen 3M, Megan Selby.

3M™ Respirator KF94 memiliki lapisan lembut menambah kenyaman serta tali samping yang dapat direnggangkan dengan pengait untuk membantu agar dapat rapat dengan wajah. Selain itu ada juga nose clip yang tertanam dalam bantalan busa (sponge) sehingga memberikan tampilan dan nuansa non-industri untuk bekerja dan bermain.

3M™ Respirator KF94 memiliki 3 lapisan untuk meningkatkan penangkapan partikel di udara agar memungkinkan pengguna bernapas dengan mudah selama musim kemarau dimana biasanya banyak debu bertebaran. Selain itu juga dapat menyaring polutan di udara.

“Ini sangat berguna bagi mereka yang lebih sering berada di tempat keramaian atau berdebu seperti komuter, pengguna transportasi angkutan umum dan pengendara sepeda motor,” pungkas Megan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.