Berbagi Informasi :

Sebuah studi oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) dan PT Biofarma tentang keamanan dan potensi efektivitas Terapi Plasma Konvalesen (TPK) menemukan plasma dapat memberikan kekebalan pasif pada pasien yang terinfeksi COVID-19.

Dalam jurnal yang dipublikasikan di Lancet EClinical Medicine berjudul ‘Convalescent Plasma Therapy in Patients with Moderate-to-Severe COVID-19 : A study from Indonesia for clinical research in low-and-middle income countries’, peneliti menemukan adanya antibodi tambahan yang spesifik terhadap virus SARS-CoV-2 pada penerima donor plasma konvalesen.

“Dengan adanya antibodi tambahan yang spesifik terhadap virus SARS-CoV-2 ini, tubuh mendapatkan amunisi ekstra untuk melawan virus,” tulis Eijkman di akun Instagram resminya seperti yang dilihat detikcom, Senin (5/7/2021).

Para peneliti mengambil plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 dan dipisahkan dengan teknik Plasmapheresis. Studi ini merekrut 11 donor plasma dan 10 pasien yang terjangkit COVID-19. Mereka kemudian memaparkan adanya tren penurunan jumlah viral load pada pasien COVID-19 setelah terapi plasma konvalesen.

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi hasil awal TPK pada COVID-19 derajat sedang dan berat di Indonesia. Namun pemberian terapi plasma konvalesen harus dilakukan pada fase dini COVID-19 sebelum infeksinya berkembang lebih lanjut ke tahap berikutnya.

“Hasil penelitian menunjukkan keamanan dan potensi efektivitas pengobatan Covid-19,” tulis Eijkman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.