Berbagi Informasi :

Sejumlah pasien COVID-19 masih mengalami gejala meski hasil tes sudah negatif. Sebenarnya, berapa lama fase penyembuhan COVID-19? Mengapa sebagian pasien tak kunjung benar-benar fit meski tubuh sudah bebas dari virus Corona?

Dikutip dari Aljazeera, fase penyembuhan COVID-19 berbeda-beda pada tiap pasien. Pasalnya, terdapat sejumlah faktor seperti derajat gejala dam riwayat penyakit tertentu.

Semakin berat gejala COVID-19 dan penyakit komorbid yang dimiliki, semakin lama durasi penyembuhannya. Pada pasien COVID-19 dengan rawat inap, rata-rata dibutuhkan waktu perawatan selama 7-14 hari.

Pada kondisi pasien amat parah, misalnya sampai menggunakan ventilator atau perawatan intensif, durasi perawatan bisa mencapai 30-40 hari.

Bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan, umumnya proses pemulihan berlangsung lebih cepat. Namun pada kondisi tertentu, pasien mengalami gejala COVID-19 berkepanjangan meski hasil tes sudah negatif, atau yang biasa disebut ‘Long COVID’.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, dibutuhkan waktu sekitar 6 minggu untuk tubuh bisa kembali fit 100 persen setelah terinfeksi virus Corona.

Pendapat lainnya menurut riset oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada 2020, Long COVID bisa dialami oleh pasien COVID-19 berusia muda yang tidak memiliki riwayat penyakit kronis sekali pun.

Gejala berkepanjangan yang paling banyak muncul yakni kelelahan, napas pendek, batuk, nyeri sendi, dan nyeri dada. Ada juga pasien COVID-19 yang mengeluhkan gejala berkepanjangan lainnya seperti kabut otak atau kesulitan berkonsentrasi, depresi, nyeri otot, dan sakit kepala.

5-10 Hari paling krusial

Riset yang berlangsung pada awal pandemi di Wuhan, China menunjukan, masa kritis atau inkubasi COVID-19 berlangsung selama 5-10 hari. Artinya, pasien COVID-19 diperkirakan baru mengalami gejala 5-10 hari setelah terpapar COVID-19. Waktu ini menjadi momen krusial untuk memantau kondisi fisik dan memprediksi derajat gejala yang akan dialami.

Gejala yang paling sering muncul di awal cenderung ringan seperti batuk kering, demam, kelelahan, serta hilang indera penciuman atau anosmia. Pada beberapa pasien, muncul juga masalah pencernaan seperti mual dan diare.

Setiap orang bisa membutuhkan waktu berbeda dalam fase penyembuhan COVID-19. Maka itu, penting untuk memantau kondisi pasien COVID-19 baik pada kasus gejala berat, ringan, hingga yang tak bergejala sama sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.