Berbagi Informasi :

Ada 3 varian COVID-19 berbahaya yang sudah masuk Indonesia. Varian COVID-19 tersebut adalah varian Corona Delta, varian Corona Alpha, dan varian Corona Beta.

Ketiga varian ini disebut berbahaya karena bisa menular lebih cepat daripada varian sebelumnya. Meski ketiganya disebut berbahaya, varian Delta menjadi salah satu ‘biang kerok’ lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia tercatat meningkat.

Berikut daftar lengkap sebaran 3 varian COVID-19 yang menjadi ‘Variant of Concern (VoC)’ di Indonesia.

1. Varian Alpha

Varian yang sebelumnya dikenal dengan varian B117 atau dikenal dengan varian Corona alpha pertama kali ditemukan di Inggris. Varian ini menjadi kekhawatiran para peneliti di Inggris, sebab mutasi virus pada varian ini membuatnya lebih mudah memasuki sel manusia.

Artinya, jika seseorang menghirup udara yang mengandung partikel virus Corona di dalamnya, maka partikel ini akan lebih mungkin masuk dan menginfeksi beberapa sel di sinus atau hidung, dan akhirnya masuk ke paru-paru.

Meski sebelumnya Inggris telah melakukan lockdown ketat, namun akhirnya varian virus Corona Inggris ini menyebar ke sejumlah negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Diketahui varian virus B117 dari Inggris ini teridentifikasi di Indonesia untuk pertama kali pada awal Maret 2021 lalu. Hingga saat ini sudah ada 55 kasus varian Alpha di Indonesia.

Varian Corona Alpha per 16 Juli 2021: 55 kasus

  • Sumatera Utara: 2 kasus
  • Riau: 1 kasus
  • Sumsel: 1 kasus
  • Kepulauan Riau: 2 kasus
  • DKI Jakarta: 35 kasus
  • Jawa Barat: 9 kasus
  • Jawa Timur: 2 kasus
  • Jawa Tengah: 1 kasus
  • Bali: 1 kasus
  • Kalimantan Selatan: 1 kasus

2. Varian Delta

Varian Delta atau B.1617.2 ini mulai dominan di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Varian Delta juga disebut sebagai penyebab lonjakan kasus dan tsunami COVID-19 di India beberapa waktu lalu.

Varian virus Corona ini membuatnya lebih menular dan menyebabkan penyakit yang lebih parah, serta menghindari kekebalan yang dibuat oleh vaksin.

Karakteristik dari varian Delta atau B.1617.2 yang mudah menyebar ini membuat banyak negara melakukan pembatasan ketat. Varian ini juga diduga mudah menular terutama di negara yang cakupan vaksinasinya masih rendah.

Dari 3 varian COVID-19, varian Delta menyumbang kasus paling banyak di Indonesia. Dari pekan lalu ada 615 kasus COVID-19 varian Delta, kini catatan Balitbangkes Kemenkes RI per 16 Juli menjadi 729 kasus COVID-19 varian Delta di Indonesia.

Bahkan, penyebaran varian Delta sudah semakin luas, ada 10 kasus COVID-19 varian Delta yang teridentifikasi di Papua dari total 21 sampel genome sequencing yang diperiksa.

Varian Corona Delta: 759

  • Sumatera Utara: 20 kasus
  • Bengkulu: 3 kasus
  • Lampung: 3 kasus
  • Sumatera Selatan: 8 kasus
  • Kepulauan Riau: 1 kasus
  • Banten: 7 kasus
  • Jawa Barat: 214 kasus
  • DKI Jakarta: 276 kasus
  • DIY: 20 kasus
  • Jawa Timur: 13 kasus
  • Jawa Tengah: 131 kasus
  • Bali: 3 kasus
  • Nusa Tenggara Barat: 13 kasus
  • Kalimantan Tengah: 4 kasus
  • Kalimantan Timur: 13 kasus
  • Kalimantan Utara: 8 kasus
  • Sulawesi Selatan: 11 kasus
  • Gorontalo: 1 kasus
  • Papua: 10 kasus

3. Varian Beta

Varian baru virus Corona B.1.315 adalah mutasi virus Corona yang muncul di tengah lonjakan kasus di Afrika Selatan. Untuk pertama kalinya, varian Corona Afrika Selatan ini terdeteksi di Teluk Nelson Mandela pada Oktober 2020 lalu.

Varian baru Corona Afsel ini diketahui 50 persen lebih mudah ditularkan dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Para ahli memberikan perhatian khusus pada varian B1351 ini karena dianggap bisa menurunkan efektivitas vaksin. Berdasarkan hasil uji klinis, vaksin yang ada saat ini mungkin kurang efektif untuk melindungi dari strain tersebut.

Varian Corona Beta: 10 kasus

  • Jawa Barat: 2 kasus
  • DKI Jakarta: 5 kasus
  • Jawa Timur: 1 kasus
  • Bali: 1 kasus
  • Kalimantan Tengah: 1 kasus

Oleh karena itu, seluruh masyarakat perlu tetap waspada akan penyebaran 3 varian COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.