Berbagi Informasi :

Paparan Virus COVID-19 memiliki dampak besar pada sistem kekebalan dan fungsi organ lain, oleh karena itu banyak orang mungkin mengalami kelemahan, kelelahan, dan ketegangan mental yang berkelanjutan setelah pulih dari COVID-19.

Pasien dengan penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, kerusakan ginjal, atau gangguan jantung, serta setiap pasien COVID-19 harus diberikan diet yang tepat dan seimbang.

Untuk pasien dengan gangguan pencernaan, kehilangan rasa dan penciuman, kesulitan bernapas dan menelan dan terutama orang yang mungkin telah diintubasi selama rawat inap, diet memainkan peran penting dalam pemulihan dari COVID-19 dan kembali sehat.

Makanan yang Anda makan dan olahraga yang Anda lakukan menentukan bagaimana pemulihan Anda nantinya. Ini adalah proses yang lambat tetapi lama-kelamaan akan membuahkan hasil.

1.Tetap Periksa Kalori

Tergantung pada status gizi pasien, asupan kalori harus bergantung pada berat badan yang sehat. Pasien obesitas sering menderita masalah pernapasan, sistem kekebalan yang melemah, peningkatan peradangan, dan pengurangan volume paru-paru dan kekuatan otot.

Mereka lebih rentan terhadap pneumonia dan masalah jantung. Inilah sebabnya mengapa penting untuk merencanakan diet mereka dengan hati-hati untuk menjaga mereka dalam defisit kalori tetapi juga memenuhi kebutuhan tubuh mereka untuk pemulihan total.

2. Jadikan Asupan Protein Sebagai Prioritas Utama

Direkomendasikan bahwa pasien yang pulih mengkonsumsi 1,2-1,3 g/kg protein per hari, dengan suplementasi asam amino rantai cabang (BCAA) meningkat menjadi 50% untuk menghindari atrofi otot dan meningkatkan kekuatan otot pernapasan.

Yoghurt segar, paneer, atau telur yang dimasak dengan matang adalah pilihan yang baik. Asupan protein harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi individu, jumlah aktivitas fisik, dan toleransi pencernaan.

3.Sertakan Karbohidrat Untuk Energi

Ketika karbohidrat dikonsumsi, mereka menghasilkan jumlah karbon dioksida yang sama (dikenal sebagai hasil bagi pernapasan), yang harus dihindari untuk mengurangi gangguan pernapasan.

Jika pasien diabetes, pengobatan harus disesuaikan, dan pasien harus terus dipantau untuk serangan tinggi dan rendah glukosa. Infeksi dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa secara terus-menerus, itulah sebabnya jumlah karbohidrat yang dikonsumsi per hari tidak boleh melebihi 100 hingga 150 gram.

4. Konsumsi Sayuran Hijau

Saat tubuh melawan virus corona yang mematikan, pastikan untuk menyediakan jumlah nutrisi yang tepat untuk membantunya pulih lebih cepat. Diet sehat dan seimbang yang kaya akan sayuran sangat penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengisi kembali nutrisi yang hilang, dan memulihkan stamina.

Sayuran adalah sumber nutrisi yang fantastis karena mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat. Masukkan bayam, brokoli, jahe, kedelai, kacang panjang, paprika, dan mentimun dalam diet Anda jika Anda pulih dari COVID-19.

5. Tambahkan Lemak Sehat

Persentase lemak dalam makanan dapat dinaikkan untuk menjaga asupan kalori. Jadikan pemanfaatan asam lemak rantai menengah sebagai prioritas, dan tingkatkan jumlah asam lemak omega-3 dalam makanan Anda.

Minyak kelapa, mentega, ghee, almond, dan minyak MCT (trigliserida rantai menengah) adalah pilihan yang baik untuk memasak. Buah-buahan kering, kacang-kacangan juga berperan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan lemak tubuh beserta nutrisi penting lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.