Berbagi Informasi :

Departemen Kesehatan Filipina (DOH) mengumumkan penemuan kasus pertama varian Lambda (C.37) pada Minggu (15/8/2021). Berdasarkan hasil penelusuran, varian ini ditemukan di seorang wanita berusia 35 tahun.

Berdasarkan pernyataan DOH, temuan kasus varian Lambda ini tidak mengalami gejala atau asimptomatik dan ditandai pulih setelah isolasi selama 10 hari.

Pihak berwenang sedang memverifikasi apakah penularan ini bersifat lokal atau dibawa usai kembali dari luar negeri. DOH juga sedang melakukan tracing dan investigasi kasus pertama varian Lambda.

“Varian ini memiliki potensi untuk mempengaruhi penularan SARS-CoV-2 dan saat ini sedang dipantau untuk kemungkinan signifikansi klinisnya,” kata DOH dikutip dari Rapplers.

Filipina mencatat 14.749 kasus virus corona baru pada Minggu (15/8/2021), peningkatan infeksi COVID-19 harian terbesar kedua, menjadikan total infeksi yang dikonfirmasi di negara Asia Tenggara itu menjadi 1,74 juta.

Departemen Kesehatan juga melaporkan tambahan 270 kematian, lonjakan kematian tertinggi ketiga dalam satu hari, meningkatkan jumlah kematian menjadi 30.340 pasien.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan Lambda sebagai variant of interest yang pertama kali diidentifikasi di Peru pada bulan Desember 2020. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa varian Lambda memiliki mutasi yang melawan antibodi orang yang telah divaksin.

Variant of interest berarti varian tersebut memiliki indikasi yang bisa mempengaruhi sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, sampai kemampuan virus menghindari sistem imunitas. Namun masih sedikit bukti terkait hal tersebut sehingga butuh penelitian lebih lanjut.

Dr Eric Topol, profesor kedokteran molekuler dan direktur Scripps Research Translational Institute di La Jolla, California, mengatakan persentase kasus baru varian Lambda yang dilaporkan ke GISAID, database yang melacak varian SARS-CoV-2, telah menurun yang menjadi tanda bahwa variannya memudar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Media Informasi Kesehatan will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.